Budaya

OM PSP Reborn, Kembali Masuk Dapur Rekaman dan Main Film

Oleh : very - Sabtu, 13/01/2018 11:02 WIB

Ade Anwar (kanan) didampingi salah satu personel OM PSP, di Joglo Beer, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018) malam. (Foto: Indonews.id)

Jakarta, INDONEWS.ID - Grup musik dangdut humor yang populer pada paruh dekade 1970-an, Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP) kembali menyapa para penggemarnya dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, mereka segera masuk dapur rekaman dan juga mendapat tawaran bermain film.

Personil band PSP Ade Anwar mengatakan, grup band tersebut segera masuk dapur musik rekaman pada 16-17 Januari mendatang. “Kami akan masuk dapur rekaman pada tanggal 16-17 Januari ini. Studio rekamannya nanti di Pondok Indah, Jakarta Selatan,” ujarnya usai tampil dalam acara “NOW FOR ILUNI FISIP”di Joglo Beer, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018) malam.

Acara ini digelar sebagai ajang silaturahmi dan temu kangen para alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (ILUNI FISIP UI).

Mantan anggota DPR RI dua periode dari Golongan Karya (1992-1997 dan 1997-1999) ini mengatakan, ada sekitar tujuh lagu yang akan direkam. Lagu-lagu tersebut merupakan lagu bertema himbauan moral, baik untuk pencegahan korupsi maupun kritik sosial.

“Ada beberapa judul lagu yang kami rekam seperti Tetangga Gue, Gratifikasi, dan Jangan Bohong,” ujarnya.

Ade mengatakan, beberapa di antara lagu itu sebenarnya sudah beredar di masyarakat oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Lagu bertema korupsi misalnya, masuk rekaman oleh ICW untuk kepentingan kampanye pemberantasan korupsi. Namun lagu-lagu tersebut masih terbatas peredarannya.

Selain dapur rekaman, Ade mengatakan, PSP juga ditawari masuk film. “Ya seperti Warkop Reborn itulah,” ujarnya.

Sebelumnya, humas acara “NOW FOR ILUNI FISIP”, yang juga alumni FISIP UI, Asri Hadi mengatakan, grup musik OM PSP seringkali tampil bersama-sama dengan Warkop DKI pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an seperti Siksa Kubur atau Seia Sekata, mereka juga dikenal dari lagu-lagu yang diciptakan sendiri, seperti Fatime dan Drakula.

“OM PSP dapat dianggap pelopor dangdut humor, subgenre yang masih disukai hingga sekarang,” ujar pria yang kerap dipanggil Buyung ini seperti dikutip matranews.id.

Para personel OM PSP di antaranya merupakan mahasiswa Universitas Indonesia yang berkampus di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. OM PSP terdiri dari Ade Anwar (gendang I, vokal), Monos (gitar, vokal), Omen (ukulele, vokal) , Rizali Indrakesumah (mandolin, vokal), Dindin (tamborin), Aditya (gendang II), Andra Ramadan Muluk (marakas), James R Lapian (bas) serta bintang tamu Edwin Hudioro.

Kepopuleran mereka diperkuat setelah kerap tampil bersama Warkop dalam program Warung Kopi di salah satu stasiun radio ibu kota, Prambors, yang pada saat itu sangat disukai kalangan remaja dan mahasiswa Jakarta. Debut mereka yaitu tampil di stasiun televisi nasional, TVRI pada peringatan ulang-tahun TVRI pada tahun 1978. Setelah itu, mereka tampil dalam beberapa film yang juga sukses di pasaran.

“Kekuatan mereka adalah pada aransemen musik yang khas dan celotehan lirik lagu yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Asri Hadi.

Proses kreatif itu yang menjadikan karya-karya mereka sulit ditandingi oleh grup-grup serupa, yang muncul belakangan.

Asri Hadi mengatakan, munculnya grup OM PSP ini mendapat momentum pada zaman pergerakan mahasiswa tahun 77/78. Pada saat itu, gerakan mahasiswa sedang gencar mengkritik berbagai ketimpangan sosial. “Personel grup PSP berhasil dengan bagus memotret ketimpangan itu,” jelas Asri Hadi. (Very)

Artikel Terkait