Profile

Sys NS Wafat, Disemayamkan di Kemang Timur

Oleh : very - Selasa, 23/01/2018 13:15 WIB

Sys NS meninggal. (Foto: detikcom)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio atau yang lazim disapa Sys NS dikabarkan meninggal dunia.

Istri Sys, Shanty Widhiyanti juga mengabarkan berita duka ini. Shanty meminta doa dari para kerabat dan sahabat.

"Mohon doanya agar almarhum husul khotimah," tulis Shanty dikutip detikHOT, Selasa (23/1).

Belum ketahui penyebab Sys meninggal. Sys NS yang juga bermain film “The Triangle the Dark Side” bersama Deddy Corbuzier itu kini berada di rumah duka di kawasan Kemang Timur.

Sys NS lahir di Semarang, Jawa Tengah, 18 Juli 1956. Meski lahir di Semarang, orang tua Sys sebenarnya tinggal di Jakarta. Tapi sang bunda yang sedang mengandungnya tujuh bulan sengaja pulang ke rumah ibunya (nenek Sys) di Semarang untuk melahirkannya. Ini merupakan kebiasaan ibunya, Siti Suciati, untuk melahirkan semua anaknya (termasuk saudara-saudara Sys) di Semarang. Saat Sys duduk di bangku SMU, orang tuanya yang pindah ke Semarang. Namun Sys memilih tetap tinggal di Jakarta meneruskan sekolahnya.

Sejak berpisah dari orang tuanya, dia pun sekolah sambil mencari uang sendiri sebagai disc jockey. Ketika masih mahasiswa, dia pernah ingin meraih tiga hal sekaligus; kuliah di IKJ, bergaul dengan sesama artis dan mahasiswa, dan mencari uang sebagai disc jockey. Setelah mencoba dilakoni, hal itu tak gampang. Sys kemudian memilih meninggalkan bangku kuliah. Ketika menggeluti disc jockey, Sys pernah memperoleh penghargaan sebagai The Best of Disc Jockey of Indonesia pada tahun 1975.

Setelah tidak kuliah lagi, hampir semua profesi pernah dia lakukan khususnya yang berhubungan dengan dunia seni hiburan. Jadi penulis skenario, sutradara, pemain film bahkan humor seperti “Sersan Prambors” dia pernah ikuti. Di Sersan Prambors, Sys bergabung bersama Muklim Gumilang, Pepeng, Krisna Purwana, dan Nana Krip.

Selain sebagai aktor, dia juga kerap menulis skenario dan duduk di bangku sutradara. Filmnya berjudul “Salah Bodi” cukup menyita perhatian karena mengangkat tema percintaan LGBT. 

Berbagai keberhasilan Sys di lingkungan pekerjaan diikuti juga dengan keberhasilannya di bidang organisasi. Hingga tahun 1976 Sys dipercaya menjadi Ketua Kasta (Kekerabatan Antar Siswa se Jakarta) Prambors, kemudian menjadi Ketua Laboratorium Seni Prambors. Dia pernah menjadi Ketua Gabungan Artis Nusantara, pernah Ketua Umum PB PARFI periode 1998-2002.

Sys juga aktif dalam dunia politik. Sys menjadi Anggota Badan Pekerja (PAH II) MPR -RI, periode 1999-2000 dan Anggota MPR-RI, Utusan Golongan, periode 1999-2004. Pada tahun 2001, Sys menjadi salah satu pendiri Partai Demokrat. Pada tahun 2005, Sys mendeklarasikan dirinya sebagai kandidat Ketua Umum Partai Demokrat. Bahkan sebagai langkah awal untuk kampanye, Sys meluncurkan sebuah buku biografi berjudul Sys NS: Yesterday, Today, & Tomorrow pada tanggal 15 Mei 2005. Sayang pada kongres di Bali Mei 2005, Sys kalah bersaing dengan adik ipar SBY, Hadi Utomo.

Di penghujung tahun 2005, Sys menyatakan mundur dari Partai Demokrat karena merasa sudah tidak lagi sejalan dengan misi dan visinya. Setelah meninggalkan Partai Demokrat, Sys NS mendirikan partai baru, Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akhirnya namanya diubah menjadi Partai Nusantara Kedaulatan Rakyat Indonesia. Partai ini telah terdaftar di Departemen Hukum dan HAM tertanggal 18 Oktober 2006 setelah sebelumnya didirikan pada 18 Juli 2006. Namun partai tersebut tidak lulus verifikasi faktual untuk ikut dalam Pemilu 2009.

Sys menikah dengan Shanty Widhiyanti, SE, putri dari Drs. Syaiful Hamid. Walaupun usia keduanya terpaut jauh yakni sekitar 13,5 tahun namun itu bukan jadi penghalang cinta mereka. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 3 orang anak, Syanindita Trasysty, Sabdayagra Ahessa, dan Sadhenna Sayanda. (Very)

 

 

Artikel Terkait