Profile

Judith Dipodiputro dan Parman Nataatmadja Diangkat Jadi Stafsus Menteri BUMN

Oleh : very - Kamis, 15/02/2018 11:43 WIB

Staf Khusus Menteri BUMN, Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro (kanan) bersama Pemimpin Umum Indonews, Rio Sarwono (tengah) dan Pemred Indonews, Asri Hadi. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno menunjuk Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro dan Parman Nataatmadja sebagai Staf Khusus II dan Staf Khusus V Menteri BUMN.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (15/2/2018) menyebutkan, Judith memulai karir di bidang media dan jurnalistik pada tahun 1983-1995, dia juga pernah menjadi Pimpinan Redaksi di Daily Executive Economic Digest selama 3 tahun.  Tahun 1987, Judith bergabung dengan Standard Chartered Bank.

Selanjutnya, dia memulai karirnya di Total E&P Indonesie di tahun 2007. Dia juga aktif di berbagai aktivitas sosial pemberdayaan masyarakat di berbagai yayasan pendidikan, kesehatan dan olahraga, lingkungan hidup dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, dan kebutuhan khusus.

Wanita kelahiran Ceko ini juga memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan. Dia pernah tergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP) selama 8 tahun dari tahun 1991, Staf Khusus Menteri Negara Pengelolaan Aparatur Negara di tahun (1992-1994), Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup di tahun (1993-1996), Staf Ahli Pemkab Kutai Kartanegara (2001-2007), dan terakhir aktif sebagai Koordinator Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua) semenjak tahun 2014. Sebagai informasi, Pokja Papua merupakan organisasi yang bertujuan untuk mendorong penyelesaian masalah pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur di Papua.

“Menteri Rini menugaskan Judith secara khusus untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan inisiatif strategis BUMN, sinkronisasinya dengan program prioritas pembangunan nasional serta pelaksanaannya. Selain itu, Judith juga bertugas untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan pembiayaan dan pelaksanaan belanja modal (capex) BUMN,” demikian siaran pers tersebut.

Di samping menetapkan Judith sebagai Staf Khusus melalui Keputusan Menteri BUMN, pada Kamis 8 Februari 2018 lalu, Menteri BUMN juga menunjuk Parman sebagai Staf Khusus Menteri BUMN pada Jumat, 9 Februari 2018 lalu. Kedua Staf Khusus ini melengkapi Staf Khusus yang ada sebelumnya, yaitu Sahala Lumban Gaol dan Wianda Pusponegoro sebagai Staf Khusus. Wianda diangkat sebagai Staf Khusus III pada 17 November 2017.

Parman bertugas secara khusus menangani pemantauan, evaluasi serta pelaksanaan kebijakan kontribusi BUMN untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

(Staf Khusus Menteri BUMN, Parman Nataatmadja-tengah- bersama Pemred Indonews.id, Asri Hadi- kiri. Foto:Ist)

Parman merupakan mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang menjabat selama dua periode dari tahun 2008-2018. Parman menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985, selanjutnya menyelesaikan pendidikan International Executive Program di State University of New York, Buffalo, USA pada tahun 1986. Dari kampus yang sama menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.

Pria yang pernah mendapatkan anugerah tokoh BUMN di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan dari Menteri BUMN ini memiliki pengalaman yang panjang dalam dunia keuangan, dimulai sejak menjadi Direktur PT Danareksa Finance (1993), Managing Director PT Niaga Leasing (1996), President Director PT Niaga Internasional Factors (1996), Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (2005). Parman Nataatmadja juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). (Very)

Artikel Terkait