Profile

Kerja Smart, Garap Potensi Besar di Kawasan JIEP

Oleh : very - Senin, 16/04/2018 13:30 WIB

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Berawal dari kantor kas, Kantor Cabang Bank Mandiri di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur ini terus berkembang dan kini menjadi kantor kelas dua. Hal ini tidak terlepas dari tangan dingin sang Kepala Kantor yaitu Yulyanti Situmeang.

Di suatu pagi yang cerah, Kami menyambangi kantor cabang yang terletak di Jl Pulo Buaran Nomor 2, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Aktivitas pegawai bank sudah terlihat sibuk. Mereka tampak ramah melayani nasabah, yang juga tampak antre. Satpam pun ramah menyambut tim redaksi yang kemudian diantar ke ruangan tamu Ibu Yulyanti Situmeang.

“Kalau saya baru tahun 2017 akhir ini genap satu tahun. Tapi kalau ditanya mengapa Bank Mandiri hadir di sini, di kawasan JIEP, kita ada sejak zaman BDN (Bank Dagang Negara). Kenapa ditempatkan di sini, tentu karena ada potensi pasar yaitu pelaku industri di kawasan ini. Salah satu tugas bank yaitu mengembangkan perekonomian nasional. Karena itulah, kami hadir di sini untuk ikut mengembangkan perekonomian bangsa,” ujar Yulyanti mengawali perbincangan di ruang tamu yang kecil nan asri.

Sebagian besar peluang, yaitu 90 persen, merupakan nasabah di kawasan industri tersebut. Karena itu, Bank Mandiri menyediakan berbagai macam pelayanan yang dibutuhkan nasabah di kawasan industri yang sangat strategis itu.

“Bank Mandiri produknya banyak, semuanya sudah disiapkan seperti supermarket fund. Apapun yang diinginkan kita sediakan. Contohnya kalau dulu itu bank itu hanya tabungan, deposito dan giro. Kalau kebutuhan asuransi kita harus mencari asuransi. Kalau mau main saham, kita harus cari pasar modal. Tapi sekarang, di bank sudah ada semuanya. Kita juga sediakan asuransi, reksadana, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Diakuinya, potensi pasar di kawasan industri, termasuk di JIEP, sangat besar. Potensi besar itulah yang membuat perusahaan yang beroperasi di kawasan industri pertama di Indonesia ini tumbuh pesat. “Selama saya di sini bank ini tumbuh. Itu karena banyak pasar. Pertama karena di sini banyak industri. Kalau ada industri kan pasti ada pegawai, bisnis, rekanan bisnis dan tenant yang lain,” ujarnya.

Walau demikian, belum semua potensi yang ada itu bisa tergarap dengan baik. Pasalnnya, di kawasan industri hanya tersedia kantor pabrik, atau kantor cabang, bukan kantor pusat.

“Jadi pasar masih banyak sepanjang kita bisa menggarapkan. Di JIEP ini banyak gudang, bukan kantor. Tapi kita bisa cari kantor pusat mereka, pasti berkoordinasi dengan PT JIEP. Kita bisa cari kantor pusatnya, asal kita tahu PT dan usahanya apa dan jumlah pegawianya. Itu bisa dicari,” ujar Yulyanti.

Potensi yang belum tergarap inilah yang menjadi peluang perusahaan ke depan. Karena itu, Yulyanti bertekad untuk menggarap peluang tersebut bagi kemajuan perusahaan. “Karena itu saya masih optimistis karena peluang masih banyak. Peluang masih banyak dan belum tergarap maksimal. Tantangannya ya kita harus rajin dan punya kemauan. Tantangannya banyak dan besar. Tapi sepanjang kita semangat maka kita pasti bisa,” ujarnya.

Walau fokus pada pasar di kawasan industri, Yulyanti mengatakan, pihaknya juga menggarap pasar di luar kawasan industri. “Komposisi kami yaitu di dalam kawasan sebesar 90 persen. Kalau di luar itu biasa berupa rekanan pabrik, rekanan tenan. Namun biasanya karena ada referensi dari dalam. Kalau memang dekat bisa kita garap. Sekarang jarak kan tidak jadi soal,” ujarnya.

 

Kerja Smart Namun Tetap Baik Hati

Potensi bisnis perbankan di kawasan industri JIEP sesungguhnya sangat besar. Memiliki 400-an tenant dengan jumlah karyawan mencapai ribuan, merupakan pasar yang menjanjikan. Apalagi, PT JIEP, sebagai pengelola kawasan industri, menyediakan berbagai fasilitas yang cukup memadai.

Yulyanti mengapresiasi PT JIEP karena menyediakan service yang bagus. “Terus terang, JIEP itu untuk serivice bagus. Kalau bocor dan kita komplain dan cepat diperbaiki. Dan support banget. Kemarin seperti ada masalah gedung, mereka mencari dan bisa dilakukan perbaikan di hari Sabtu atau Minggu, jadi tidak mengganggu jam operasional. Kalau support sudah bagus. Cuma memang kalau saya itu shock karena banjir. Namun, banjir kan bukan karena JIEP tapi karena kondisi lingkungan sekitarnya juga,” ujarnya.

Di kawasan industri ini beroperasi enam bank pemerintah yaitu Mandiri, BNI, BRI, Bank DKI dan Bank Niaga. Karena itu, persaingan di antara bank tersebut, merupakan sesuatu yang tak mungkin dihindari. Untuk itu, perusahaan menyiapkan sejumlah langkah strategis demi memenangkan persaingan.

Saat ini, Bank Mandiri memiliki 6 buah anjungan tunai mandiri (ATM) di kantor cabang. Ini belum terhitung ATM di beberapa tenant. Jumlah tersebut memang belum cukup, karena masih terjadi antrean panjang hingga ke jalan, apalagi saat gajian di akhir bulan.

Untuk itu, bank menyediakan fasilitas lain berupa e-cash, yaitu transaksi keuangan menggunakan handphone. Hal ini cukup membantu perusahaan yang melakukan rekrutment karyawan pada momentum tertentu saja. Karena itu, mereka tidak perlu membuka rekening untuk pembayaran gaji, namun cukup menggunakan e-cash.

PT JIEP memang terus melakukan pembenahan, seiring dengan transformasi kawasan industri yang memiliki daya saing tinggi. Salah satunya dengan membuka fincancial center di kawasan tersebut.

Yulyanti menanggapi hal tersebut secara santai dan positif. “Kami senang saja karena kita perbankan berarti akan head to head. Tapi di sisi lain kita kerja lebih keras lagi, karena tidak mungkin dia (pihak lain) tidur. Jadi kita harus benar- benar lebih smart lagi. Tapi optimistis. Saya punya prinsip selama nyawa saya di badan harus optimistis. Tapi dengan catatan kita tidak tricky, tidak jahat karena lihat ke depan. Kita kerja smart saja tapi tetap baik hati,” katanya.

Berdiri di atas lahan seluas 286 meter persegi dengan bangunan dua lantai, memang belum memadai untuk karyawan Bank Cabang Mandiri yang saat ini berjumlah 35 orang. Walau demikian, kondisi tersebut bukan menjadi kendala bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang.

Pengembalian kredit dari para nasabah juga berjalan lancar dan aman. “Sejauh ini aman, dan alhamdulillah cabang kami sehat kok,” ujar Yulyanti.

Operasional perbankan yang dimulai pada pukul 07.30-16.30 WIB selama ini juga lancar dan aman. Sebagai Kepala Cabang, Yulyani bertekad untuk terus memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Dia bercita-cita agar kantornya itu terus tumbuh dan naik kelas ke tingkat berikutnya.

Lantas, apa target pribadinya? “Saya ingin anak-anak saya di sini naik jabatan semua. Saya ingin jadi orang bermanafat bagi siapapun. Kalau anak buah saya naik pangkat, berarti cabang saya dinilai baik,” ujarnya optimistis. (Very Herdiman)

Artikel Terkait