Indonesia Akan Perkuat Ekosistem Perdamaian dan Stabilitas Global

Oleh : very - Sabtu, 09/06/2018 10:41 WIB

Menlu Retno Marsudi dari Markas PBB melalui video conference. (Foto: Detik.com)

New York, INDONEWS.ID - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri langsung Sidang Umum PBB di New York yang menentukan keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Pemilihan ini untuk mengisi 5 kursi mewakili kawasan Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Barat, dan Amerika Latin.

Sidang Majelis Umum PBB menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik menggatikan Kazakhstan, yang masa keanggotaannya akan berakhir 31 Desember 2018.

“Melalui proses pemilihan tertutup, Indonesia berhasil memperoleh 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 negara anggota PBB yang hadir. Dukungan kepada Indonesia ini melebihi 2/3 dari anggota PBB,” ujar Retno melalui video conference dari Markas PBB di New York seperti dilihat dari layar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Berikut pernyataan lengkap Menlu Retno Marsudi dari Markas PBB melalui video conference:

Rekan-rekan Media, selamat malam waktu Indonesia.

Saya baru saja menghadiri Sidang Majelis Umum PBB dengan agenda tunggal pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 untuk mengisi 5 kursi mewakili kawasan Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Barat, dan Amerika Latin.

Alhamdulillah, Sidang Majelis Umum PBB menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berakhir 31 Desember 2018.

Melalui proses pemilihan tertutup, Indonesia berhasil memperoleh 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 negara anggota PBB yang hadir. Dukungan kepada Indonesia ini melebihi 2/3 dari anggota PBB.

Ini adalah amanah masyarakat internasional kepada Indonesia. Terpilihnya Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa khususnya para Diplomat Indonesia

Rekan-rekan Media, dalam 2 hari terakhir menjelang pemilihan, tim kampanye pencalonan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir semua anggota PBB.

Saya sendiri telah melakukan lebih dari 40 pertemuan pada tingkat Menlu dan Duta Besar. Satu hal yang menonjol disampaikan negara-negara anggota PBB untuk mendukung Indonesia adalah rekam jejak diplomasi dan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global.

Jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB.

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan fokus kepada, pertama memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue, dalam penyelesaian konflik. Indonesia juga meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan.


Kedua, Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian.

Ketiga, dalam menghadapi tantangan bersama masyarakat internasional dari terorisme dan ektremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme.

Keempat, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030.

Selain keempat fokus di atas, tentu isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Indonesia juga akan mengajak negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk membuat Dewan Keamanan PBB bekerja lebih efesien, efefektif, dan akuntable dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan perdamaian global.

Rekan-rekan Media, yang telah dicapai Indonesia hari ini merupakan hasil dari proses pencalonan dan kampanye yang dimulai pada tahun 2016.

Langkah Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB adalah wujud dari prioritas polugri Indon

Artikel Terkait