Seniman Sunda Pukau Warga Inggris

Oleh : hendro - Selasa, 19/06/2018 06:07 WIB

Pagelaran musisi Jimbot di KBRI Inggris di London

London, INDONEWS.ID - Dahsyat! Mengagumkan! Menghibur! Ungkapan seperti itulah kira-kira yang keluar dari mulut para hadirin di acara Silaturahim Idul Fitri 1439H yang diselenggarakan di Wisma Nusantara, kediaman resmi Duta Besar Indonesia di London, ketika mengomentari sejumlah seniman Sunda yang tampil di acara tersebut.

 Tak terlewatkan adalah kesempatan para pengunjung untuk berfoto bersama dengan Dubes Rizal Sukma dan Ibu Hana Satrio, yang dengan sabar meladeni permintaan para pengunjung.

Seniman Sunda Iman Jimbot menjadi pengisi acara pertama. Tampil dengan dukungan tim seniman dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Yang membuat sajian grup Jimbot ini menarik sesungguhnya bukanlah pilihan lagu yang dimainkan. Akan tetapi, upaya Jimbot memadukan aneka irama tetabuhan dan musik berbasis Sunda dengan instrumen musik Barat seperti gitar dan biola.

Tidak kurang dari 1600 orang yang hadir di acara Silaturahim ini seolah terkesima oleh penampilan Jimbot dan kawan-kawannya yang atraktif dan interaktif bersama para penonton. Jimbot berhasil membawa dan mengobati kerinduan warga Indonesia untuk mudik ke kampung halaman. 

Pada segmen kedua pertunjukan, tampil seniman Sunda serba bisa, Lili Suparli bersama dengan Rudi Mukhram. Kedua seniman yang sedang mengikuti program Residensi kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London di Universitas Goldsmiths ini membuka pertunjukan dengan sajian wayang golek. Dengan gaya lucunya yang khas, tokoh si Cepot dan Dawala berhasil mengocok perut para hadirin. Semua berhambur dalam kegembiraan.

Duta Besar RI di London, Rizal Sukma, berbaur dengan hadirin yang tidak beranjak dari tempatnya saat menyaksikan pagelaran ini. Dalam penuturannya, Dubes Rizal Sukma menyatakan bahwa penyajian seni Sunda kali ini benar-benar lengkap dan bisa menunjukkan kekayaan seni unggulan Jawa Barat.

 “Kecapi, suling, kendang, wayang golek, jaipong, dan Cianjuran, merupakan representasi keunikan dan keunggulan Jawa Barat, dan itu semua hadir di acara Silaturahim ini.   Selain itu,  mengingatkan masa-masa saya tinggal di Bandung di awal tahun 80-an. Sekalipun saya ini asli orang Aceh, saya sangat bisa menikmati seni Sunda ini,"  ungkapnya. 

Dalam perbincangan dengan tamu-tamu KBRI, Gary Griffiths dan Paul Smith yang tahun 2018 ini mulai bermitra dengan KBRI melalui kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dalam program residensi seniman angklung di sekolahnya Havering Music School (HMS) menyatakan kekagumannya menyaksikan kehebatan para seniman Sunda dan keunikan sajiannya. 

“Kami tidak pernah mengira bahwa orang Indonesia, orang Sunda memiliki jenis seni musik, tari, dan drama yang sangat menarik ini. Kami tidak pernah tahu hal itu. Kami sangat menikmati keindahannya”, papar Gary dan Paul. 

Pada kesempatan itu, kegembiraan  di acara Silaturahim itu juga tampak pada warga Indonesia yang sudah lama merantau di Inggris. Kerinduan mereka sepertinya terpuaskan dengan kehadiran para seniman Sunda kali ini. Para WNI bahkan ikut berbaur saat para seniman mengajaknya berdendang.

 “Ini sangat menyenangkan sebab rasa kangen benar-benar terobati. Kumpul-kumpul dalam suasana Silaturahim seperti begini adalah sesuatu banget. Gak pulang kampung pun tetap bisa menikmati suasana kampung halaman di sini”, celoteh Rossy dan Endang yang sudah menetap puluhan tahun di Inggris. 

Kehadiran seniman Sunda di London kali ini memperoleh dukungan penuh dari KBRI London. Di bawah koordinasi Atdikbud E. Aminudin Aziz, tim Iman Jimbot dihadirkan di London dengan membawa beberapa misi kebudayaan. 

Selain mengisi acara Silaturahim dan acara-acara lain di KBRI, tim seniman Iman Jimbot juga akan hadir dalam berbagai acara workshop kecapi, suling, dan kendang di School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas Birmingham, sekolah-sekolah dasar dan menengah di Brentwood, dan pertunjukan amal di St Mary’s Music Hall, Walthamstow, salah satu tempat yang biasa digunakan para musisi Inggris. (Hdr)

Artikel Terkait