Budaya

Sekolah Kader Ekumenis Nasionalis: Wadah Belajar Kepemimpinan Untuk Generasi Muda

Oleh : very - Selasa, 19/06/2018 18:30 WIB

Para peserta Sekolah Ekumenis Nasionalis. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Sekolah Kader Ekumenis Nasionalis (SKEN) saat ini telah memasuki angkatan kedua. Program pengkaderan intensif ini merupakan kerjasama Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI). SKEN diikuti 30 peserta yang mengikuti proses seleksi yang ketat dan berasal dari berbagai organisasi, lembaga dan perguruan tinggi Kristen di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek. 

"SKEN telah dilaksanakan dua kali dan kegiatannya dipusatkan di kantor YKI, Jl. Matraman Raya, No.10. Para peserta disini belajar dan berlatih untuk menerapkan nilai-nilai ekumenis dan nasionalis. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin bangsa yang akan mengabdi di berbagai bidang kehidupan," ujar Sahat Martin Philip Sinurat selaku Direktur Program SKEN yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Selasa (19/6/2018).

Para peserta yang terpilih merupakan tokoh muda dari berbagai profesi seperti akademisi, wirausaha, LSM, pendeta, komunitas kreatif, jurnalis, pelayan publik, dan aktivis mahasiswa.

"Sekolah Kader Ekumenis Nasionalis adalah wadah belajar lintas organisasi bagi anak-anak muda. Kami ingin mempersiapkan kader-kader yang memiliki dan memahami nilai-nilai kebangsaan, integritas, kejujuran, komunikasi, kepemimpinan, jejaring, dan kepekaan sosial,’’ kata Sahat.

Sahat menyampaikan para peserta mengikuti proses seleksi yang ketat yang diawasi oleh Dewan Pengarah. Seleksi ini merupakan bentuk keseriusan panitia untuk mendapatkan kader-kader yang memiliki komitmen untuk belajar dan melayani di berbagai bidang, sesuai dengan Motto SKEN ‘Let Us Learn, Grow And Promote Together’. 

Dewan Pengarah Sekolah Kader antara lain Sabam Sirait (Ketua Pembina YKI, anggota DPD RI), Bernard Nainggolan (Ketua Pengurus YKI), Maruarar Sirait (Dewan Pengawas YKI, anggota DPR RI), Robert Sitorus (mantan Ketua Umum PP GMKI), John Pieter Nainggolan, Pdt. Albertus Patty (Ketua PGI, Pendeta GKI), Sigit Triyono (Sekum Lembaga Alkitab Indonesia), Pdt. Marthin Lukito Sinaga (Tenaga Ahli BPIP, Pendeta GKPS), Pdt. Nus M. Liur (Pendeta GKO), Pdt. Binsar Pakpahan (STT Jakarta), Pdt. Darwin Darmawan (Pendeta GKI), Pdt. David Simatupang (Pendeta HKBP), dan Sahat Martin Philip Sinurat (Ketua Umum PP GMKI). Dewan Pengarah juga turut menjadi pembicara dalam sesi-sesi Sekolah Kader.

"Kegiatan dilaksanakan setiap akhir pekan selama lima minggu. Peserta mengikuti sembilan hari pertemuan di kantor YKI, satu hari kunjungan lembaga, dan satu hari kegiatan outbond. Kegiatan di kantor YKI antara lain Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, dan mentoring. Para alumni SKEN selalu dipantau dan saat ini mereka aktif menjadi penggerak di berbagai bidang pengabdian. Menjadi penggerak, hal ini yang kami harapkan dari para alumni Sekolah Kader," pungkas Sahat.

Beberapa pembicara yang pernah mengisi sesi Sekolah Kader angkatan pertama dan kedua, yaitu: Sabam Sirait, Yasonna H. Laoly (Menteri Hukum dan HAM RI), Pdt. Andreas A. Yewangoe (Dewan Pengarah BPIP), Saut Situmorang (Komisioner KPK RI), Prof. Thomas Pentury (Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI), Damos Dumoli Agusman (Dirjen Perjanjian dan Hukum Internasional Kemenlu RI), Pdt. Henriette Lebang (Ketua Umum MPH PGI), Bahlil Lahadalia (Ketum HIPMI), Putra Nababan, Gus Imam Pituduh (Wasekjend PBNU), Roy Simangunsong (PHD Indonesia Managing Director), Eva Kusuma Sundari (Anggota DPR RI), Romo Benny Susetyo (Tenaga Ahli BPIP), dan M. Qodari (Direktur Indo Barometer).

Pembicara lainnya antara lain: Agustinus Rahardjo (Staf Deputi IV KSP), Dimas Oky Nugroho (Pendiri Akar Rumput Strategic Consulting dan Gerakan Anak Muda Punya Usaha), Samuel Tumanggor (Penulis Buku Demi Allah Demi Indonesia), Berly Martawardaya (Direktur Program INDEF), Riza Damanik (Staf Ahli Utama KSP), Suroto (Ketua AKSES), Pdt. Suar Budaya, Ari Widiatmoko (Pengurus PS GMKI), Sonya Hellen Sinombor (Wartawan Senior Kompas), Juan Permata Adoe (Waketum KADIN), Saor Siagian (Pengacara), Daniel Yusmic FoEkh (Ahli Hukum Tata Negara Univ. Katolik Atma Jaya), dan Tigor Siahaan (Presdir CIMB Niaga). (Very)

 

Artikel Terkait