Mendag RI Tandatagani MoU Hubungan Perdagangan Dengan Tunisia

Oleh : indonews - Selasa, 26/06/2018 16:31 WIB

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita yang didampingi  beberapa delegasi, melakukan MOU dengan Menteri Perdagangan Tunisia, Omar Behi

Tunis, INDONEWS.ID - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa dirinya akan melihat peluang Indonesia sebagai platform untuk pasar produk Tunisia di indonesia dan negara tetangga, begitu juga menjadikan tunisia sebagai platform untuk produk Indonesia di Tunsia dan negara-negara Eropa dan Afrika lainnya, melihat Tunisia memiliki potensi besar karena Tunisia termasuk salah satu anggota negara perdagangan Afrika dan memiliki perjanjian dagang dengan Uni Eropa.


Dalam kunjungan kerjanya ke Tunisia pada Senin (25/06/2018) kemarin, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita yang didampingi  beberapa delegasi, melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Tunisia, Omar Behi guna membahas rencana hubungan perdagangan yang akan dilaksanakan oleh kedua negara tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, ditawarkan beberapa sektor perdagangan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan seperti kelapa sawit yang merupakan salah satu ekspor terbesar yang dilakukan Indonesia ke tunisia begitu juga Tunis yang megekspor “Deglet Noer” atau kurma Tunisia ke Indonesia dan menurut catatan bahwa Indonesia merupakan pengimpor kurma Tunis terbesar kedua setelah Malaysia.

Menteri Perdagangan Tunisia, Omar Beji menjelaskan, ada empat sektor yang bisa diekspor oleh Tunisia ke Indonesia, diantaranya  Tunisia dapat mengekspor kurma Tunisia "Deglet Nour", minyak zaitun, sparepart otomotif atau mekanik begitu juga dengan tekstil.

"Kami sangat senang atas kedatangan pertama Menteri Perdagangan Indonesia ke Tunisia, kiranya kami menganggap ini adalah suatu kunjungan yang sangat penting karena melibatkan para pelaku sektor bisnis, dan Kami sangat sepakat tentang pentingnya kesepakatan ini, kita perlu untuk menemukan common ground tentang produk produk yang bisa kita tukarkan. Kami juga sangat gembira dengan keterlibatan private sector untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara ini," tambahnya.


Sementara Mendag RI menggarisbawahi bahwa volume Perdagangan Indo - Tunis sangat rendah yaitu baru mencapai  USD 88 juta. Oleh karena itu Enggartiasto menganggap bahwa  masih banyak peluang bisnis dan perdagangan yang perlu ditingkatkan.


Upaya Mendag RI dalam melakukan hubungan bilateral dengan pemerintah Tunisia berhasil dengan baik yang ditandai dengan prosesi penandatanganan Mou hubungan perdagangan antara  kedua negara tersebut. 


“Setelah MoU ditandatangani, kami akan memulai dengan perundingan Preferential Trade Agreement, melalui Tunisia sebagai hak untuk masuk ke negera tetangga Afrika dan Eropa dan Tunisia juga dapat memanfaatkan Indonesia sebagai hub peyebaran produk-produk Tunisia untuk masuk ke asean” Ungkap Mendag RI.


Tidak hanya melakukan pertemuan bilateral dengan Mendag Tunisia, Enggartiasto pun menggelar Indonesia – Tunisia Business Forum di Hotel Sheraton Tunis, dan dihadiri oleh para Businessman dengan  tujuan untuk saling melakukan pertukaran perdagangan dalam hal kerangka perjanjian perdagangan prepresiansial.

Mendag RI juga melakukan kunjungan ke Perdana Menteri Tunisia, Menteri Kerjasama Pembangunan Internasional, Menteri Perindustrian dan SME, organisasi UTIKA, dan terakhir ke Menlu Tunisia. Semua pihak di Tunisia menyambut baik keunginan Indonesia untuk bukan saja meningkatkan kerjasama perdagangan kedua negara, melainkan juga investasi bersama di Indonesia dan Tunisia. (Penulis Maryam dan Faizi).

Artikel Terkait