Budaya

Seni Gravity Di Indonesia Berkembang Pesat

Oleh : budisanten - Rabu, 29/08/2018 22:01 WIB

Komunitas mural tengah mengerjakan karya seni lukis dinding (gravity) di Bella Terra Lifestye, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (foto : ronald)

Jakarta, INDONEWS.ID - Mural atau seni menggambar di media dinding telah mengalami perkembangan yang besar dalam beberapa tahun terakhir. 

Ada yang dulu disebut sebagai tindakan vandalisme, sekarang merupakan bentuk seni publik yang diapresiasi dan banyak bermunculan di kota-kota besar di seluruh dunia.

Praktisi Seni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Iwan Aswan, menjelaskan awalnya mural di Indonesia mengadopsi gaya fresco yang lebih dahulu muncul di Eropa, kemudian berkembang menjadi art street dan gravity.

“Bagaimana seseorang mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan di dinding. Misal ada "merdeka atau mati"  atau lainnya. Saat saya masih SMA sekitar tahun 70-an saya memberikan kesempatan bagi anak muda untuk mengekspresikan diri melalui dinding Ibu Kota. Sekarang, menjadi lebih terarah lewat mural ini," kata Iwan kepada INDONEWS.ID  di Bella Terra Lifestyle, Kelapa Gading, Jakarta Utara, akhir pekan kemarin.

Iwan menyebutkan, konsep gravity cenderung tidak dapat diprediksi dan umumnya berbentuk abstrak serta kritik sosial. Namun, dalam konsep mural maka bentuk serta polanya lebih diarahkan kepada hal positif.

Menurutnya, mural bisa menjadi salah satu wadah bagi seniman khususnya di kalangan muda untuk aktualisasi diri dan kreativitas. (ronald)

Artikel Terkait