Profile

Menjadi Staf Khusus Presiden, Seperti Ini Tugas Adita Irawati

Oleh : budisanten - Rabu, 26/09/2018 01:15 WIB

Adita Irawati, Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Komunikasi. (foto : ronald)

Jakarta, INDONEWS.ID - Memiliki track record yang gemilang dan mumpuni di bidangnya, membuat perempuan kelahiran Yogyakarta, 15 Februari 1971 ini mendapat kepercayaan dari pemimpin negeri ini, Presiden Joko Widodo. Tak heran jika dirinya diangkat menjadi staf khusus presiden di bidang komunikasi.

Adita Irawati, begitu nama lengkapnya, mendapatkan tugas yang terbilang tidak mudah. Dirinya diminta untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia pada bidang humas kementerian dan juga lembaga sekaligus menyinergikan satu sama lain agar seluruh pencapaian dapat tersampaikan ke masyarakat dengan baik.

“Jadi tugas pokok dari staf khusus Presiden ini, khususnya di bidang komunikasi tak lain adalah lebih kepada membantu Presiden dalam hal yang sifatnya membangun narasi komunikasi yang baik kepada masyarakat. Selain itu, juga sebagai mediator komunikasi antara pemimpin tertinggi kepada kementerian ini bisa bersinergi dengan baik dan terorganisir,” ujar Adita saat bincang santai di kantornya, Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Meski demikian, Adita yang sudah 22 tahun berkecimpung di dunia telekomunikasi mengaku tidak merasa kaku dengan jabatan karier yang diembannya saat ini.

Menurutnya, dengan menjadi staf Presiden saat ini, dirinya jadi semakin bisa dengan mudah memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat melalui jalur pemerintahan.

“Sebenarnya pola kerjanya hampir sama dengan apa yang memang sudah saya geluti sejak lama. Hanya saja, yang membedakan adalah jika sebelumnya bekerja dengan coorporate, kini saya memberikan kontribusi untuk masyarakat ini melalui jalur pemeritahan,” tutur lulusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada ini.

Sejak diangkat menjadi staf khusus Presiden pada bulan Mei 2018 lalu, dirinya banyak melakukan terobosan dengan melakukan jalinan komunikasi dan terarah dalam kementerian dan juga lembaga terkait.

Apalagi, menurutnya, saat ini komunikasi sudah berkembang sangat pesat melalui saluran-saluran yang memang membutuhkan keahlian khusus.

“Meskipun ada beberapa hal yang memang tidak langsung diutarakan oleh Presiden, seperti yang sifatnya operasional ataupun teknis sudah ada bagiannya tersendiri. Sedangkan di sini, saya memantau bagaimana perkembangan dari isi pemberitaan, sosial media dan agenda setting dari narasi itu harus ditetapkan serta langkah seperti apa yang harus diantisipasi dari isu-isu yang ada,” pungkasnya. (ronald)

Artikel Terkait