Profile

Ini Sosok Abdul Ghofarrozin Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Domestik

Oleh : budisanten - Rabu, 26/09/2018 12:30 WIB

Abdul Ghofarrozin, tidak pernah menduga akan menjadi Staf Khusus Presiden yang akan mendampingi orang nomor satu di Indonesia. (Foto Abdi)

Jakarta, INDONEWS ID - Abdul Ghofarrozin adalah putra dari kiai kharismatik, KH Mohammad Sahal Mahfudz.

Ia merupakan anak satu satunya yang meneruskan perjuangan ayahandanya di bidang keagamaan.

Maka tak heran berkat perjuangannya dan fokus di pondok pesantren, Gus Rozin diangkat menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo sejak 15 Mei 2018.

Lalu, bagaimanakah cerita Abdul Ghofarrozin hingga bisa singgah di kursi Staf Khusus Presiden (SKP) Bidang Keagamaan Domestik tersebut?

Dirinya tidak pernah menduga akan menjadi Staf Khusus Presiden yang akan mendampingi orang nomor satu di Indonesia.

Gus Rozin inilah nama panggilan untuknya yang tumbuh dan berkembang dari Pondok Pesantren di Pati, Jawa Tengah. Di sinilah, ia menimba ilmu dan arahan-arahan dari ayahandanya. Didikan dan pesan serta semua petuah dari orangtuanya dicamkan dengan sebaik-baiknya.

Tidak terasa, Gus Rozin yang anak-anak tersebut sudah besar dan lulus dari pendidikan Aliyah di Pati.

Untuk meneruskan perjuangan pendidikannya, ia memilih kuliah di Universitas Paramadina, Jakarta. Usai lulus dari Strata Satu (S1), Gus Rozin melanjutkan Strata Dua (S2) di Monash University, Australia.

Dengan gelar Master dari Monash University tahun 2004, Gus Rozin pulang ke Tanah Air Indonesia untuk melanjutkan dan menerapkan ilmunya.

Ia berprofesi sebagai guru di Madrasah di Pondok Pesantren Maslahul Huda, Kajen, Pati, selama setahun. Kemudian diberikan tugas dari ayahandanya untuk merintis Perguruan Tinggi di Pati.

Amanah ini dijalankan dengan baik. Perguruan Tinggi yang ada di Pati, Institute Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) berkembang dengan pesat dan besar hingga sekarang ini. Seiring perjalanan IPMAFA, Gus Rozin dipercayakan menjadi seorang Rektor.

Pondok pesantren dan Perguruan Tinggi yang dikelolanya itu mempunyai jumlah ribuan santri. Dari Pendidikan Anak Usia Dini hingga Aliyah.

Sejak itu, perjalanannya makin melambung tinggi. Ia dipercaya menjadi Ketua Robithoh Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai Ketua Asosiasi Pesantren Seluruh Indonesia, tahun 2015

Tak heran Gus Rozin bertatap muka dengan Presiden Jokowi. Dan intensitas pertemuan Gus Rozin dengan Jokowi makin sering untuk berkomunikasi. Saat itu ia memberikan masukan kepada Jokowi demi mempersatukan umat di Indonesia.

Tugas Mulia
Gus Rozin yang lahir dari sisi kultural untuk pemberdayaan pesantren tidak pernah membayangkan dirinya sangat dekat dengan orang nomor satu yang memegang pucuk pemerintahan. Bahkan tidak pernah terlintas dibenak pikirannya menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi.

Diakui Gus Rozin, sebelumnya ia memang sering bertemu dan berkomunikasi dalam berbagai acara.

Hal inilah yang memungkinkan Gus Rozin bertatap muka dengan Jokowi ketika sang Presiden mendatangi pesantren-pesantren di provinsi tersebut. Intensitas komunikasi Gus Rozin dengan Jokowi makin meningkat kala dia berada di Asosiasi Pesantren Pusat.

"Saya juga pernah sekali memoderatori beliau. Jadi, komunikasi dengan beliau bukanlah hal baru. Namun, saya tidak pernah kebayang untuk jabatan Staf Khusus Presiden Bidang (SKP) Keagamaan Domestik. Dan, memang saya belum pernah sebelumnya menjalani tugas secara struktural ini.," terangnya.

"Karena saya diminta oleh Bapak Presiden memegang amanah sebagai SKP, tugas mulia ini saya jalani dengan sebaik-baiknya. Yang diperlukan Presiden adalah informasi yang akurat dan valid. Apalagi ini menyangkut tentang keagamaan,” ujar Gus Rozin yang ditemui di kantornya, Sekretaris Negara, Jakarta Pusat, Selasa, (26/9).

Menurutnya, Presiden Jokowi sangat konsentrasi untuk hal yang satu ini. Sehingga perlu adanya SKP yang mendampingi dirinya di bidang Keagamaan.

Misalnya saja, mengenai vaksin measle rubella (mr) yang sempat pro dan kontra ketika itu. Sebagai SKP ia harus memberikan informasi yang tegas.

Sebenarnya saat itu dari perspektif keagamaan sudah selesai dan jelas. Namun bila dilihat dari konteks sosiologi dan struktural vaksin tersebut tidak dipermasalahkan.

Kini Gus Rozin harus berkonsentrasi menjalani tugas Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Domestik. Ia menyadari kehadiran dirinya di lingkar kekuasaan tidak lepas dari isu negatif yang mendera Jokowi selama ini.

Mulai dari isu Jokowi anggota PKI, Jokowi anti Islam hingga Jokowi antek Negara Tiongkok. Apalagi isu-isu tersebut beredar di kalangan pondok pesantren, lingkungan yang ia pahami seluk beluknya.

Gus Rozin mengatakan, Presiden Jokowi dalam beberapa kali silaturahmi ke pondok pesantren selalu meluruskan isu yang sudah menyerangnya sejak pemilihan presiden 2014 lampau.

“Seperti inilah tugas-tugas yang harus saya jalani dan memberikan informasi yang benar dan valid,” kata Gus Rozin. (Abdi.K)

Artikel Terkait