Pojok Istana

Ajang Pilpres Selalu Digelar, Presiden: Masa Kita Terpecah-Belah

Oleh : very - Rabu, 26/09/2018 13:25 WIB

Ahoker tetap mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. (foto:ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Jokowi tak ingin masyarakat terbelah hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Saya ingin kita bersama-sama, saya ajak Bapak-Ibu semua untuk jaga persatuan kita, kerukunan kita, persaudaraan kita, karena kita berbeda-beda. Jangan sampai karena pemilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, kita jadi terpecah-pecah. Antar-tetangga nggak saling sapa, antar-teman nggak saling sapa, antar-saudara nggak saling sapa," kata Jokowi saat membagikan 10.000 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan di Hall A, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/9/2018). 

Presiden mengatakan bahwa pesta demokrasi selalu digelar setiap 5 tahun sekali. Karena itu, masyarakat harus tetap menjaga rasa persaudaraan.

"Ini akan ada terus setiap 5 tahun. Masak kita mau terbelah gara-gara pemilihan gubernur, bupati, wali kota. Kalau ada pilkada, pilpres, tentukan pilihan Bapak-Ibu sekalian, sudah pilih. Jangan sampai pilpres sejak 2014 sampai sekarang masih dibawa-bawa," kata Presiden.

Selain itu, Jokowi mengingatkan banyaknya berita bohong alias hoax yang bermunculan .Warga harus waspada betul, jangan sampai termakan kabar hoax.

"Kalau dekati tahun politik begini muncul fitnah, berita bohong. Dari 2014 ada yang sampaikan, Presiden Jokowi PKI. Ada yang percaya. PKI bubar tahun 1965, saya lahir 1961. Masa ada PKI balita? Yang benar saja. Kadang-kadang ada yang ngawur, tapi ada yang percaya. Jangan seperti itulah," katanya.

Karena itu, Jokowi menegaskan lagi soal Pilpres 2019 yang harus jadi ajang adu ide, gagasan, dan rekam jejak. Jangan sampai pesta demokrasi itu diisi sebaran fitnah dan berita bohong.

"Ya adu prestasi, adu program, adu ide, adu gagasan, jangan difitnah, dijelekkan, dicemooh. Kita ini saudara, jangan diajak rakyat untuk ikuti hal seperti itu. Itu pintarnya politikus saja. Rakyat jangan dibawa emosionalnya untuk saling mencemooh, menjelekkan. Mau jadi apa bangsa ini?" katanya. 

Presiden mengatakan bahwa bangsa ini penuh nilai persaudaraan, sopan santun, terkenal di mana-mana. Jangan sampai jadi tidak punya etika, sopan santun, rugi besar. “Agama juga tidak bolehkan itu, nilai etika juga tidak membolehkan," pungkasnya. (Very)

Artikel Terkait