Olah Raga

Didiskualifikasi Karena Menolak Melepaskan Hijab, Seperti Ini Penjelasan INAPGOC

Oleh : Ronald T - Rabu, 10/10/2018 09:30 WIB

Karena menolak untuk melepaskan hijab yang dikenakanya, atlet blind judo Miftahul Jannah didiskualifikasi di ajang Asian Para Games 2018

Jakarta, INDONEWS.ID - Seperti yang sudah diketahui bersama, salah satu wakil Indonesia di cabang olahraga Blind Judo kelas 52 Kilogram (Kg) Miftahul Jannah di diskualifikasi dari ajang Asian Para Games 2018 klasifikasi low vission lantaran menolak melepaskan jilbab.

Mengenai hal tersebut, Direktur Media dan PR Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC) Muhammad Farhan angkat bicara. Dirinya mengatakan di diskualifikasinya Mifathul Jannah atlet para judo Indonesia dikarenakan melanggar dua peraturan International Judo Federation (IJF).

Pertama, aturan tersebut yakni tercantum pada peraturan artikel BAB 8 poin 5 dan artikel 19. Peraturan tersebut berisi mengenai keagamaan, politik dan komersial.

"Artikel bab 8 poin 5 menjelaskan mengenai timbulnya keagamaan, politik dan komersial, sementara artikel 19 mengenai keputusan wasit kepada pemain yang tidak memenuhi aturan role of play" kata Farhan kepada wartawan pada Selasa malam (9/10).

Kedua, hal tersebut, lanjut Farhan, juga tertuang pada peraturan wasit federasi IJF dan menjadi tanggung jawab dari National Paralympic Committee (NPC). Artikel tersebut menyebutkan bahwa kepala tidak boleh ditutup, terkecuali bersifat medis.

"Ini merupakan tanggung jawab dari NPC. Dalam peraturannya setiap atlet judo tidak boleh memakai pelindung atau atribut kepala apapun, hal ini sudah jelas sekali. Dan ini yang membuat NPC sangat malu dan merasa bersalah karena ini memang kesalahan dari tim teknik NPC khususnya cabang olahraga blind judo" tandas Farhan.

Farhan sendiri berharap kedepannya tidak akan ada atlet yang mengalami hal serupa dengan Miftahul Jannah, baik atlet dari Indonesia maupun atlet luar negeri. (ronald).

 

Artikel Terkait