Nasional

Aboe Bakar Al-Habsyi : Peristiwa Penembakan Gedung DPR Harus Mendapat Perhatian Lebih

Oleh : Ronald T - Jum'at, 19/10/2018 14:20 WIB

Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi dalam diskusi di ruang wartawan Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (18/10/) kemarin.
Jakarta, INDONEWS.ID - Peristiwa penembakan gedung DPR yang terjadi beberapa hari lalu sempat menggemparkan dan menjadi perhatian publik selama beberapa hari ini. Kejadian yang tak diduga itu kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan si penembak pun sudah diamankan.
 
Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan jika dirunut dari penyelidikan polisi, dikatakan peluru ini berasal dari latihan biasa. Namun dari kacamatanya yang seorang politisi, peristiwa ini harus mendapat perhatian lebih. 
Apalagi sepengetahuannya, senjata tipe Glock yang digunakan menembak itu hanya punya jarak efektif 50 meter saja.

"Jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan. Lebih baik analisa balistik yang kuat, baru kesimpulan. Saya juga biasa kok latihan di situ, dari bodoh sampai bisa enggak pernah loncat (peluru nyasar) seperti itu," kata Aboe dalam diskusi di ruang wartawan Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (18/10/) kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap tak mau terlalu mengintervensi kerja Polri. Dia saat ini fokus pada masih layaknya lapangan tembak tersebut berada di lingkungan umum. Dirinya juga menyarankan agar lapangan tembak itu dilakukan pembenahan ruangan dan juga rekuitmen yang ketat bagi para anggota Perbakin.
 
"Kalau mau anggap pelurunya itu tinggi sekali, orang salah-salah, sampai mana tuh salahnya? Tetapi kalau sampai seperti itu dan kemampuannya (peluru) sampai tinggi ya tanda tanya," ucap dia.

Aboe kembali menilai kalau peristiwa ini merupakan peringatan bagi DPR untuk ikut juga membenahi gedungnya. Jika penggunaan kaca anti peluru terlalu mahal, maka ada opsi yang lebih murah seperti kaca film yang bisa menahan layaknya yang disarankan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo beberapa waktu lalu.

"Dan kami berharap ketika sudah dibalistik itu menjadi benar, bukan pengalihan isu yang kita tidak harapkan dan selanjutnya bagian rumah tangga bisa bekerja lebih baik lagi. Bukan hanya yang tertembak diperhatikan," ucap dia
Kejadian yang tak diduga itu kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan si penembak pun sudah diamankan.
 
Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan jika dirunut dari penyelidikan polisi, dikatakan peluru ini berasal dari latihan biasa. Namun dari kacamatanya yang seorang politisi, peristiwa ini harus mendapat perhatian lebih. 
Apalagi sepengetahuannya, senjata tipe Glock yang digunakan menembak itu hanya punya jarak efektif 50 meter saja.

"Jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan. Lebih baik analisa balistik yang kuat, baru kesimpulan. Saya juga biasa kok latihan di situ, dari bodoh sampai bisa enggak pernah loncat (peluru nyasar) seperti itu," kata Aboe dalam diskusi di ruang wartawan Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (18/10/) kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap tak mau terlalu mengintervensi kerja Polri. Dia saat ini fokus pada masih layaknya lapangan tembak tersebut berada di lingkungan umum. Dirinya juga menyarankan agar lapangan tembak itu dilakukan pembenahan ruangan dan juga rekuitmen yang ketat bagi para anggota Perbakin.
 
"Kalau mau anggap pelurunya itu tinggi sekali, orang salah-salah, sampai mana tuh salahnya? Tetapi kalau sampai seperti itu dan kemampuannya (peluru) sampai tinggi ya tanda tanya," ucap dia.

Aboe kembali menilai kalau peristiwa ini merupakan peringatan bagi DPR untuk ikut juga membenahi gedungnya. Jika penggunaan kaca anti peluru terlalu mahal, maka ada opsi yang lebih murah seperti kaca film yang bisa menahan layaknya yang disarankan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo beberapa waktu lalu.

"Dan kami berharap ketika sudah dibalistik itu menjadi benar, bukan pengalihan isu yang kita tidak harapkan dan selanjutnya bagian rumah tangga bisa bekerja lebih baik lagi. Bukan hanya yang tertembak diperhatikan," pungkasnya. (ronald)

Artikel Terkait