Budaya

Festival K-POP 2018 Datangkan Juri Internasional

Oleh : Ronald T - Senin, 22/10/2018 15:55 WIB

Beberapa peserta yang sebagian besarmya adalah anak remaja ini sedang menari ala K-POP di Festival K-POP 2018 yang diselenggarakan di Mall Ciputra Jakarta pada Minggu, (21/10/2018) kemarin.

Jakarta, INDONEWS.ID - Mall Ciputra Jakarta untuk kedua kalinya menggelar Festival K-Pop 2018. Kegiatan ini digelar pada Minggu, (21/10) kemarin. Tak hanya diikuti penari berbakat, festival berkonsep `Judging Panel` juga dihadiri para juri ternama berkelas internasional.

General Manager Mall Ciputra Jakarta, Ferry Irianto mengatakan, Festival K-Pop sebelumnya pernah digelar pada 2015. Festival kembali tahun ini dengan melihat tingginya animo masyarakat terhadap tarian asal Korea Selatan.

"Diharapkan dengan diselenggarakannya kembali Festival ini dapat menjadi sarana untuk berkumpulnya para pecinta K-Pop di Indonesia," kata Ferry saat dikonfirmasi Senin (22/10/2018).

Dirinya menyebutkan, koreografer boyband EXO asal Korea Selatan juga didaulat sebagai ketua juri dalam kompetisi ini. Tidak hanya itu, ada juga beberapa juri lainnya seperti Brute, tiga orang K-Pop World Champion Asal Thailand, Sean Lee - Fuxion asal Malaysia, Melody - ex. JKT 48, Michimomo - content creator, Andy Yanata - Fashion Blogger, Frans Ferdinand - pro choreografer, Erick Lima - founder Paradigma Fitnes, Theresa Wienathan - selebgram, dan Sandree Ha - pro dancer dan choreografer.

"Total ada 12 juri berkelas internasional dari beragam profesi," jelasnya.

Ferry juga menceritakan, festival yang bertajuk K-Pop Dance Cover Competition itu dibagi dalam dua kategori, yakni Rookie bagi para peserta pemula dan Sunbae bagi para peserta yang pernah menjuarai perlombaan. Masing-masing kategori dimenangkan juara satu, dua dan tiga, dengan hadiah total senilai Rp 20 juta.

"Sepanjang event ini berlangsung, pengunjung mall dapat menikmati K-Pop Zumba Party, Korean Culture Show dari KCC Korea Street Food Dan K-Pop Fashion Bazaar," pungkasnya. (ronald)

Artikel Terkait