Nasional

Presiden Sesalkan Eksekusi TKI Tanpa Notifikasi

Oleh : Ronald Tanoso - Rabu, 31/10/2018 14:45 WIB

Presiden Joko Widodo didampingin sejumlah menterinya usai meresmikan pembukaan pameran konstruksi Indonesia 2018 dan Indonesia Infrastructure Week 2018 serta Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo sangat menyesalkan eksekusi mati tanpa pemberitahuan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), asal Jawa Barat, Tuti Tursilawati. 

"Ya memang itu patut kita sesalkan. Itu tanpa notifikasi, " kata Jokowi usai meresmikan pembukaan pameran konstruksi Indonesia 2018 dan Indonesia Infrastructure Week 2018 serta Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Diakui oleh orang nomor satu di republik ini, jika Arab Saudi bukan sekali ini saja mengeksekusi TKI tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

"Saya sudah sampaikan saat bertemu Raja Salman, karena memang banyak sekali TKI kita yang berada pada posisi sudah divonis hukuman mati. Terakhir saya sampaikan lagi, mungkin baru seminggu lalu, saat bertemu menteri luar negeri Arab Saudi, saya juga sampaikan hal yang sama," kata Jokowi. 

Ketika disinggung mengenai langkah ke depan agar kasus tersebut tidak terulang kembali, Jokowi menyebut bahwa ini adalah wilayah hukum dari Arab Saudi.

"Ya, kembali lagi ini adalah wilayah hukum, wilayah kewenangan raja Arab Saudi. Saya sudah berkali-kali setiap bertemu, baik dengan Sri Baginda Raja Salman, dengan Pangeran Muhammad bin Salman, terakhir dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, saya ulang-ulang terus," kata Jokowi.

Presiden juga telah memanggil Duta Besar Arab Saudi  untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi serta menyampaikan protes keras atas eksekusi mati terhadap TKI asal Majalengka itu. 

"Dan juga kita sudah memanggil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia untuk menyampaikan kembali protes kita karena tidak adanya notifikasi,  kemudian kementerian luar negeri juga saya perintahkan beri fasilitas bagi keluarga Bu Tuti ke sana sebanyak tiga kali," ungkap Jokowi. 

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Pemerintah Indonesia telah melayangkan protes kepada Pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati Tuti Tursilawati.

Eksekusi mati terhadap Tuti dilakukan pada Senin (29/10/2018), di Kota Taif. Protes yang dilayangkan pemerintah karena tak ada notifikasi kepada pihak KBRI di Riyadh maupun KJRI Jeddah sebelum eksekusi Tuti.

Menurut Iqbal, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil Duta Besar Arab Saudi di Jakarta pada Selasa (30/10/2018), untuk menyampaikan protes secara langsung. (ronald)

Artikel Terkait