Nasional

Menhan : Teroris Musuh Islam Karena Merusak Nama Islam

Oleh : Ronald T - Kamis, 08/11/2018 21:45 WIB

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan teroris merupakan musuh Islam dan aksi-aksi yang dilakukan oleh teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam.

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa teroris merupakan musuh Islam dan aksi-aksi yang dilakukan oleh teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam.

"Teroris bukan islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi, sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini," ucap Menhan dalam sambutannya di seminar Indo Defence bertajuk `Ensuring Regional Stability through Cooperation on Counter Terrorism` di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, (8/11/2018).

Mengutip rilis yang diterima INDONEWS.ID, Menhan menuturkan bahwa ada dua ancaman yang saat ini tengah dihadapi oleh negara-negara termasuk Indonesia, yaitu ancaman nyata berupa terorisme, bencana alam hingga pemberontakan dan yang kedua adalah ancaman belum nyata yaitu perang antarnegara.

"Yang nyata sekali adalah teroris. Teroris yang kita hadapi sekarang adalah teroris generasi ketiga. Pertama adalah Al-Qaeda dia menghantam Barat. Kedua ini seluruhnya dia ngaku-ngaku Islam dan merusak Islam. Sebenarnya teroris musuh Islam karena merusak nama Islam," ucap Ryamizard Ryacudu  .

Menurut Ryamizard, generasi kedua teroris adalah ISIS, sedangkan generasi ketiga adalah pejuang yang pulang dari Suriah, Afghanistan. Ia menyebut ISIS lahir akibat konflik politik di Irak dan Suriah dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam.

"ISIS pada mulainya hanyalah kekuatan di Irak. Di sini perlu kita garis bawahi bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik Irak-Suriah yang nggak ada kaitannya dengan agama. Dia biar keren mengaku Islam, biar semua dunia bantu dia, (padahal) dia merusak Islam," pungkasnya.

Ryamizard menambahkan, kelompok teroris itu sering mengubah strateginya agar tidak terlacak oleh pihak keamanan. Oleh karenanya, Ryamizard meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat hal-hal yang terkait dengan kegiatan terorisme.

"Polri-TNI dan seluruh masyarakat Indonesia harus bekerja sama menghadapi musuh semua negara itu," paparnya. (ronald)

Artikel Terkait