Budaya

Salurkan Ribuan Buku ke Daerah, PT BCA Raih Rekor MURI Level Dunia

Oleh : very - Kamis, 15/11/2018 08:58 WIB

Pendiri MURI Jaya Suprana (tiga dari kanan) memberikan penghargaan Rekor MURI kepada Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (ketiga kiri) didampingi Direktur BCA Santoso (kedua kanan), Executive Vice President Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati (kedua kiri) Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA Mira Wibowo (kanan), Duta Baca Indonesia periode 2011 – 2015 Andy F. Noya (kiri). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- PT Bank Central Asia Tbk berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 2,45 miliar melalui gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia. Dana tersebut lalu dikonversi menjadi 43.734 buku dan disalurkan ke 111 sekolah di 60 area di Indonesia.

Sumbangan buku sebanyak itu membuat BCA mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh pendiri MURI Jaya Suprana dalam acara  seremoni penutupan gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia di  Menara BCA Lt 22. Jalan M.H. Thamrin 1, Jakarta, Rabu (14/11/2018). 

Dihadiri Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Santoso, Executive Vice President Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati, Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA Mira Wibowo, dan Duta Baca Indonesia periode 2011-2015 Andy F. Noya, seremoni pemberian penghargaan didahului penyerahan buku secara simbolis kepada empat sekolah yaitu  SDN Telaga Asih 01, SDN Parung 4, SDN Taktakan 1, SDN Taktakan 2.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, gerakan berbagai buku diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat membaca di berbagai pelosok Indonesia.

“Kami sangat menyadari bagaimana buku menjadi sangat berharga di pelosok yang kesulitan akses, dan kami bersyukur bisa berkontribusi menyalurkan buku yang kami harapkan dapat menjadi salah satu penunjang untuk membawa mimpi bagi anak bangsa kita," ujar Jahja saat dalam sambutannya di Menara BCA Jakarta, Rabu (14/11).

Gerakan berbagi #BukuUntuklndonesia dilakukan sejak bulan Maret 2017 hingga 21 Februari 2018, yakni dengan melakukan penggalangan dana. Hasil yang didapat dari gerakan ini yaitu sebesar  Rp 2,45 miliar dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp2,55 Miliar dan dikonversi menjadi 43.734 buku.  

Buku-buku tersebut, jelas Jahja, disalurkan kepada sekolah-sekolah penerima donasi, yang antara lain tersebar di Aceh dan Lampung mewakili Sumatera, Garut dan Solo mewakili Jawa, Singkawang mewakili Kalimantan, Makassar dan Manado mewakili Sulawesi, serta Kupang.

Menurutnya, akses anak bangsa terhadap buku harus dibuka seluas-Iuasnya. "Pada era digitalisasi ketika teknologi sudah mulai merambah hingga ke pelosok negeri, anak bangsa perlu diimbangi dengan penyediaan buku-buku yang berkualitas. Semoga aksi berbagi ini dapat berkontribusi positif membawa mimpi bagi anak bangsa untuk masa depan yang lebih baik," sebut Jahja.

Apa yang dilakukan BCA, ternyata dipantau MURI. "Sudah lama saya mengincar BCA untuk memberi penghargaan," kata Jaya Suprana. Bahkan penghargaan MURI, kata Jaya, bukan untuk level Indonesia, tapi dunia.  "Kami menolak sebagai rekor Indonesia, tapi rekor dunia. Rekor dunia kami (MURI) anugerahkan kepada kepada BCA," katanya sembari menyerahkan tanda penghargaan.

Mengapa Jaya Suprana menyebutnya rekor dunia? Menurutnya, belum ada lembaga di negara mana pun yang telah memberikan donasi buku sebanyak yang dilakukan BCA saat ini.  "Amerika belum pernah, Jerman maupun Perancis belum ada," pungkasnya.

Sementara itu, Andy F. Noya selaku duta baca tahun 2011-2015 juga menyampaikan apresiasi kepada BCA. Andy memaparkan, akses anak-anak di daerah dan pedesaan cukup sulit untuk mendapatkan buku bacaan yang berkualitas. Kalau di kota-kota besar, lanjutnya, untuk mendapatkan buku relatif gampang dan kemampuan untuk membelinya pun bisa. 

"Sedangkan, di daerah kontras sekali keadaannya. Kalaupun aksesnya ada, kemampuan untuk membelinya cukup sulit. Menurut saya ini (gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia) adalah suatu terobosan untuk memutus rantai kesulitan ini. Antusiasme dari sekolah-sekolah yang diberikan pun sangat baik,” kata Andy. (Very)

Artikel Terkait