Budaya

Sinta Nuriyah: Upaya Mengingat Spirit Gus Dur Menjadi Niscaya

Oleh : very - Kamis, 22/11/2018 19:01 WIB

Sinta Nuriyah saat membuka pameran tunggal lukisan karya Nabila di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/11). (Foto: NUOnline.com)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ibu Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan bahwa lukisan karya Nabila Dewi Gayatri merupakan keberpihakan seniman terhadap nilai etik profetik. Nilai yang berpihak kepada kemanusiaan dapat dilihat dari sosok yang dilukisnya. 

"Seni yang seperti ini mengandung etik profetik, seni yang tidak hanya keindahan," katanya saat membuka pameran tunggal lukisan karya Nabila di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/11).

Pameran lukisan tersebut menghadirkan wajah Gus Dur dari ragam dimensi dan dengan beragam tokoh. 

Menurut Sinta, pameran tersebut tidak hanya memamerkan karya seni, tapi menggali nilai-nilai Gus Dur dalam merawat Indonesia.

"Saat radikalisme, egoisme kelompok menguat; ketika kebangsaan direncah-rencah, upaya mengingat spirit Gus Dur menjadi niscaya, di sinilah strategisnya Gus Dur," ujarnya. 

Lebih lanjut Sinta mengatakan, spirit Gus Dur itu sebaiknya menjadi penyadaran dan aktualisasi dari untuk kepentingan bangsa.

Nabila Dewi Gayatri mengatakan kreativitasnya menghadirkan Gus Dur dalam karya lukis karena menurutnya Gus Dur bukan hanya milik NU, tapi panutan banyak umat beragama. 

"Dan akhirnya menjadi ingatan kolektif bangsa karena obor sengkarut kegelapan. Saya berusaha menghadirkan Gus Dur di keseharian kita," lanjutnya. 

Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj mengisahkan pengalamannya saat menemani Gus Dur. Misalnya ketika Gus Dur membela umat Konghuchu dan saat jalan-jalan di Masjid Nabawi Madinah.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa, Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Harun, dan para cendekiawan lintas agama. (Very)

Artikel Terkait