Pojok Istana

Tragedi Penembakan Di Papua, Presiden : Kita Tidak Akan Pernah Takut!

Oleh : Ronald T - Rabu, 05/12/2018 21:20 WIB

Presiden Jokowi juga telah memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan jalan di jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer tetap dilanjutkan dan harus segera diselesaikan.

Jakarta, INDONEWS.ID - Terhadap aksi penembakan yang diduga menewaskan 31 orang pekerja BUMN di Kabupaten Nduga, Papua oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata pada Minggu, (2/12/2018) lalu, Presiden Jokowi menegaskan, jika pemerintah tidak takut. Untuk itu, dirinya minta agar tugas berat membangun Papua terus dilanjutkan.

“Kita tidak akan pernah takut, dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,” kata Jokowi dalam keterangannya, Rabu (5/12/2018) di Istana Negara.

Sementara itu, dirinya juga telah memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan jalan Wamena-Kenyam-Mamugu tetap diteruskan dan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan. Dari Wamena ke Mamugu ini, lanjut Presiden, harus dibangun 35 jembatan.

“Ini tetap harus diselesaikan. Artinya, PU jalan terus untuk membangun tanah Papua serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pembangunan di Papua itu memang sangat sulit, baik dari segi medan, letak geografis, dan cuaca, di mana ketinggian wilayahnya mencapai 3.000-4.000 meter di atas permukaan laut. Ia menyebutkan, dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer itu ketinggiannya di atas 3.000 meter sehingga diperlukan helikopter untuk dapat membawa alat berat dan aspal ke lokasi pembangunan.

“Jadi pembangunan yang sangat sulit seperti itu yang harus diketahui masyarakat. Berbeda sekali, sangat berbeda sekali dengan pembangunan jalan, misalnya di Pulau Jawa. Alamnya sangat sulit di tanah Papua, kemudian juga ada sisi keamanan di titik-titik tertentu, ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu misalnya, karena alam yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian,” terang Presiden.

Disaat yang sama, selaku pemimpin tertinggi di negeri ini, Jokowi juga mengungkapkan rasa berdukanya terhadap musibah yang terjadi. Kepada para pekerja yang menjadi korban dalam tragedi ini, Presiden menyebutkan bahwa mereka (korban) adalah para Pahlawan Pembangunan Trans Papua. 

“Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Dan mari kita bersama-sama mendoakan agar arwah para para Pahlawan Pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tandasnya. (ronald)

 

Artikel Terkait