Donald Trump Ngotot Minta Dana Untuk Bangun Tembok Perbatasan Meksiko

Oleh : Ronald Tanoso - Rabu, 09/01/2019 12:35 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghabiskan beberapa hari terakhir untuk merenungkan keadaan darurat di sepanjang perbatasan. Trump bahkan sempat menyinggung soal kekuasaan yang dia miliki untuk melangkahi Kongres, yang sejauh ini menolak untuk mendanai proyek tembok.

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggambarkan situasi di perbatasan Meksiko sebagai krisis yang berkembang dari imigrasi ilegal yang melukai jutaan orang AS.

Maka dari itu, Trump kembali mengulangi permintaannya soal dana sebesar 5,7 miliar dolar AS atau Rp80 triliun untuk pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko.

"Ada krisis kemanusiaan dan keamanan yang berkembang di perbatasan selatan kami. Setiap hari petugas bea cukai dan patroli perbatasan menemui ribuan imigran ilegal yang mencoba memasuki negara kami," sebut Trump, melansir AFP, Rabu (9/1/2019).

Trump menghabiskan beberapa hari terakhir untuk merenungkan keadaan darurat di sepanjang perbatasan. Trump sempat menyinggung soal kekuasaan yang dia miliki untuk melangkahi Kongres, yang sejauh ini menolak untuk mendanai proyek tembok.

"Kami kehabisan ruang untuk menahan mereka dan kami tidak memiliki cara untuk segera memulangkan mereka kembali ke negara mereka. Amerika dengan bangga menyambut jutaan imigran sah yang memperkaya masyarakat kami dan berkontribusi bagi bangsa kami. Tetapi semua orang Amerika terluka oleh migrasi ilegal yang tidak terkendali," ungkapnya.

Dia tidak menyebutkan ide itu dalam pidatonya yang berlangsung selama sembilan menit, namun kembali menyerukan pentingnya dana tembok perbatasan untuk keamanan AS.

"Atas permintaan Demokrat, tembok itu akan menjadi penghalang baja daripada dinding beton. Penghalang ini sangat penting untuk keamanan perbatasan. Itu juga yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para profesional kami di perbatasan," tambahnya. (ronald)






 

Artikel Terkait