Daerah

Ungkap Teror, Kapolda Jawa Tengah Bentuk Tim Khusus

Oleh : Ronald Tanoso - Sabtu, 09/02/2019 13:15 WIB

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono menegaskan bahwa saat ini upaya kepolisian untuk memburu pelaku teror terus dilakukan dengan membentuk tim khusus beranggotakan Polda Jateng, Polres, tim Mabes Polri dan TNI.

Semarang, INDONEWS.ID - Dalam rangka membantu ungkap teror yang melanda warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Tim Mabes Polri ikut terjun langsung mengatasi masalah tersebut dengan menurunkan sebanyak 1.200 personilnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, teror pembakaran kendaraan milik warga kerap terjadi di Kota Semarang, terutama di Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono menegaskan bahwa saat ini upaya kepolisian untuk memburu pelaku teror terus dilakukan dengan membentuk tim khusus beranggotakan Polda Jateng, Polres, tim Mabes Polri dan TNI.

Sementara, untuk jam tugas beroperasi dari tim khusus ini dilaksanakan mulai tengah malam sampai pagi yang merupakan rawan terjadinya kasus teror.

“Penambahan penjagaan juga dilakukan dengan mengerahkan 2/3 kekuatan di Kepolisian untuk tugas pada malam hari. Mereka ditugaskan beroperasi pukul 24.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB,” ujarnya Jumat (08/02/2019).

Kapolda menjelaskan bahwa dalam menanggapi kasus teror pembakaran kendaraan di Kabupaten Grobogan yang terjadi belum lama ini menurutnya hal tersebut menjadi temuan baru namun. Hanya saja, motif yanh dilakukan masih sama dengan motif yang terjadi di beberapa kota lain, yakni membakar menggunakan minyak.

Oleh karena itu, Kapolda juga mendorong masyarakat untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terulang kembali dengan meningkatkan kesadaran keamanan lingkungan masing-masing, penjagaan malam diperketat, dan memasang CCTV.

"Selain upaya kami untuk terus mengejar pelaku, upaya-upaya pencegahan sudah kami lakukan dengan penguatan personil. Kami berharap kejadian semacam ini tidak terjadi lagi. Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran keamanan lingkungan masing-masing, penjagaan malam diperketat, CCTV dipasang juga harta dan barang berharga lain dijaga dengan baik-baik," tutupnya.

Di lain sisi, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan siap membackup kekuatannya untuk membantu upaya pengamanan wilayah.

"Di masing-masing kelurahan dan desa, kami tambah jumlah Babinsa untuk membuat masyarakat semakin tenang dan menghindari aksi serupa. Kami siap membackup penuh, baik kekuatan maupun sarana prasarana yang ada," tandasnya. (ronald)

Artikel Terkait