Megawati: Wis Kalah Ya Kalah Wae Toh Yo

Oleh : Syailendra - Minggu, 10/02/2019 19:29 WIB

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019).

Purwokerto, Indonews.id - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019).

 Di sini, Megawati membandingkan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 sangat berbeda dengan tahun 1995. Saat itu, rakyat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan senang, tertawa bahagia menyambut pesta dekokrasi.

Namun, tahun 2019 ini, banyak rakyat yang ditakut-takuti, salah satunya ujaran untuk jangan memilih Calon Presiden Joko Widodo.  “Memangnya kenapa dengan pak Jokowi, katanya demokrasi, demokrasi apa?,” ujar Megawati saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

Mega menambahkan, penyebaran hoax juga menjadi salah satu penyebab keadaan bangsa Indonesia menjadi seperti saat ini. Ujaran kebencian terus disebar untuk menjatuhkan Jokowi yang telah bekerja dan berupaya membangun bangsa Indonesia.

“Saya sekarang balik bertanya, kalau kalian dibegitukan seperti apa rasanya, tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling gotong royong. Padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh bung Karno, tapi di gali dari kultur Indonesia.  Wes kalah ya kalah wae tho yo," tegasnya.

Mega meminta para penebar hoax dan kebencian  segera sadar dan bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan selama ini.

"Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggungjawb dan kesatria datang kesini, ngomong nanti ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri diri kamu, yang hanya keluar adalah kebencian, yang belum tentu kamu pun mengalami kebencian seperti itu, dapat juga kamu merasakan betapa sakitnya," jelasnya di tengah ribuan kader PDIP.

Mega pun akan menindak tegas jika ada kadernya menyebar hoax dengan mengangkat kaki dari PDI Perjuangan, karena dia tidak membutuhkan kader yang menyebar hoax.

"Sekarang (banyak) anak muda pintar bermain cyber, banyak yang pintar tapi punya sopan santun dan etika. Disini jangan ada yang seperti itu. Kalau disini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoax) di PDI Perjuangan. Harus bertanggung jawab berani kamu menyebarkan kebencian, sini..!!,

Artikel Terkait