Hindari Perpecahan, Jokowi Minta Siswa SMA Taruna Nusantara Berani Lawan Berita Hoaks

Oleh : very - Selasa, 05/03/2019 17:30 WIB

Presiden Jokowi menuruni tangga untuk berfoto bersama siswa SMA Taruna Nusantara 2019, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (4/3) siang. (Foto: Humas/Agung)

Bogor, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar, yang memiliki penduduk 269 juta jiwa, dan dianugerahi oleh Allah SWT berbeda-beda, berbeda suku, agama, adat, tradisi, budaya, bahasa lokal, dan bahasa daerah.

“Ini harus kita sadari. Indonesia sebagai sebuah negara besar yang beragam. Dan sudah menjadi anugerah dari Tuhan, anugerah dari Allah kepada kita bangsa Indonesia bahwa perbedaan-perbedaan itu sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi sunnatullah,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara Tahun 2019, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3) siang.

Presiden berharap, jangan sampai karena perbedaan-perbedaan menjadi tidak seperti saudara sebangsa setanah air. Hal ini biasanya dimulai gara-gara urusan politik, baik itu pilihan bupati, walikota, pilihan gubernur, pilihan presiden.

“Kita sering diaduk-aduk karena ini. Padahal yang namanya pilihan presiden, pilihan gubernur, pilihan bupati, pilihan wali kota itu setiap 5 tahun ada karena ini adalah pesta demokrasi bangsa kita Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta para siswa SMA Nusantara agar berani meluruskan, berani merespons kalau ada kabar fitnah, kabar bohong (hoaks) yang bertebaran di media sosial.

“Berani meluruskan, yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Jangan dibalik-balik yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar,” tutur Presiden.

Jangan sampai, lanjut Presiden, karena urusan politik memecah belah bangsa. Ia mengingatkan, negara ini negara besar. Modal dan aset terbesar adalah persatuan, kerukunan,  persaudaraan di antara anak bangsa.

Karena itu, Kepala Negara mengingatkan, sangat rugi besar kalau gara-gara urusan politik antar teman tidak saling bicara. Menurut Presiden, harus ada kedewasaan politik, kematangan politik, bagaimana memilih seorang pemimpin baik di daerah di provinsi maupun di tingkat nasional.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. (Very)

 

Artikel Terkait