Delegitimasi Pemilu, Siapa yang Paling Berkepentingan?

Oleh : very - Rabu, 06/03/2019 17:39 WIB

Pengamat Politik dari President University, Muhammad A.S Hikam. (Foto:Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Pemilu menyisahkan waktu yang tidak lama lagi yaitu sekitar satu bulan lebih. Walau demikian berbagai aksi untuk mendelegitimasi pemilu itu semakin menyeruak. Berbagai berita hoaks disebarkan untuk merongrong kinerja penyelenggara pemilu.  

Pengamat Politik dari President University, Muhammad A.S Hikam menilai bahwa pihak yang berpotensi mendelegitimasi pemilu saat ini adalah orang-orang atau pihak-pihak yang anti terhadap NKRI dan Pancasila.

“Yang paling mungkin mendelegitimasi pemilu jelas adalah orang-orang yang anti pada NKRI dan penganut ideologi selain Pancasila," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/3).

Hikam mengatakan bahwa sejauh ini pihak-pihak yang anti terhadap NKRI dan Pancasila itulah yang sering melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu. “Yang paling berpotensi melakukan delegitimasi pemilu adalah kelompok tersebut. Karena jika pemilu ini sampai gagal maka narasi yang paling mungkin bisa dimainkan pihak tersebut adalah sistem politik Khilafah yang paling tepat untuk dijalankan," katanya.

Namun, kalau pemilu sukses secara hukum tapi malah menimbulkan masalah terus, maka bisa dianggap pemilu gagal. “Atau mereka yang menganggap pemilu gagal total sehingga perlu ada sistem baru selain demokrasi," pungkasnya. (Very)

Artikel Terkait