Pengamat Terorisme Tetap Waspadai Kerawanan Jelang Pemilu 2019

Oleh : very - Rabu, 13/03/2019 23:30 WIB

Stanislaus Riyanta, analis intelijen, alumnus Pascasarjana Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, saat ini sedang menempuh studi Doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Aksi teroris di Sibolga tidak ada memiliki hubungan dengan Pemilu 2019. Urusan dari kelompok radikal tersebut adalah ideologi. Selama mereka mempunya paham radikal dan mempunyai kesempatan melakukan aksi teror maka mereka akan beraksi.

Hal itu dikatakan pengamat terorisme Stanislaus Riyanta kepada Indonews.id, di Jakarta, Rabu (13/3).

Namun demikian, kata kandidat doktor dari Universitas Indonesia (UI) itu kerawanan pada masa Pemilu 2019 tetap ada. Hal itu, katanya, terjadi karena konsentrasi aparat keamanan yang lebih tertuju pada Pemilu 2019. “Hal itu bisa menjadi celah bagi kelompok radikal untuk beraksi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri yang terjadi Rabu (13/3) dini hari di Sibolga, bernama Solimah. Dia berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Kota Padangsidimpuan.

“Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tertinggal di lokasi ledakan. Karena tubuh korban terpental sekitar 70 meter dari rumahnya, maka tim DVI masih bekerja untuk memastikan apakah masih ada bagian tubuh yang lain. Dan hasil sementara bagian tubuh yang ditemukan itu tubuh orang dewasa. Itu dapat dilihat dari tulang dan potongan tubuh yang tersisa,” sebut Kapolda seperti dikutip Antara.

Sementara terkait rumah warga yang rusak karena dahsyatnya ledakan yang terjadi dini hari itu, Kapolda mengharapkan Wali Kota Sibolga dan Bupati Tapanuli Tengah melaporkannya ke pusat dan menampung anggaran perbaikannya.

“Kita berharap kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga agar mendata dan melaporkannya ke pemerintah pusat. Selain itu, agar dana perbaikan diajukan untuk ditampung di APBD masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa kehidupan pasangan suami istri ini berubah setelah kepulangan mereka beberapa tahun lalu dari Pulau Jawa. Menuruntnya, bahkan beberapa tetangga terduga teroris ini tidak begitu kenal dengan wajah kedua pasutri ini.

“Kalau suaminya itu (Husain alias Abu Hamzah) warga Sibolga ini, marga Simatupang. Kerjanya memperbaiki lampu listrik. Kalau istrinya kami kurang tahu asalnya dari mana,” kata warga. (Very)

 

Artikel Terkait