Gus Syauqi: Sebagai Warga Harus Sama-sama Menjaga Keutuhan Bangsa

Oleh : very - Minggu, 17/03/2019 23:57 WIB

Gus Syauqi bersama Rio Sarwono (ketiga dari kiri) di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (17/3). (Foto: Indonews.id)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Putera KH Ma’ruf Amin, Ahamad Syauqi buka-bukaan pada media terkait pencalonan dan alasan ayahnya menerima tawaran sebagai calon wakil presiden dari Capres Joko Widodo. 

"Saya telah memiliki segalanya. Sebagai Ketua Roim Aam PBNU dan Ketua MUI,  semuanya itu sudah cukup bagi saya," ujar Gus Syauqi menirukan ucapan sang ayahanda,  KH Maruf Amin dalam perbincangan di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (17/3).

Namun karena desakan para ulama maka KH Ma’ruf Amin pun mengiyakan tawaran Jokowi yang meminangnya sebagai Calon Wakil Presiden. 

Gus Syauqi mengatakan bahwa pada awalnya KH Ma’ruf Amin merasa kaget dengan pinangan Jokowi tersebut.  Namun, karena rasa cintanya pada bangsa,  negara dan terhadap umat akhirnya beliau memutuskan untuk menerima tawaran itu. 

"Karena desakan para ulama dan demi bangsa dan negara maka dia menyatakan siap," ujarnya.

Ketika ditanya media apakah ada perbedaan sikap KH Ma’ruf sebelum ditunjuk dan setelah ditujuk sebagai cawapres Jokowi,  Gus Syauqi mengatakan bahwa memang ada perbedaan yaitu karena adanya hoaks yang menimpa beliau. "Ada suasana plus-minus yang lebih karena adanya hoaks yang menimpa beliau.  Namun,  itulah tantangan yang harus dilaluinya," ujarnya.

Ketika ditanya soal posisinya sebagai tokoh agama dalam menciptakan perdamaian,  putera kelima KH Ma’ruf Amin itu mengatakan bahwa posisi ulama itu penting untuk mengayomi. "Bahwa negara ini pun bisa tegak berdiri. Kita sebagai warga bangsa harus bisa sama-sama menjaga keutuhan bangsa," pungkasnya. (Very)

 

Artikel Terkait