Pemilu di Afrika: Jarak Tidak Menjadi Halangan Bagi WNI

Oleh : very - Senin, 15/04/2019 23:59 WIB

ejumlah WNI di Afrika Selatan yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) luar negeri di KBRI Pretoria pada Sabtu (13/4/2019). (KBRI Pretoria)

Jakarta, INDONEWS.ID --  Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan tertib memberi hak suaranya pada Pemilu 2019 dengan metode pos dan kotak suara keliling (KSK) di sejumlah wilayah tersebar di Afrika.

"Sebanyak 32 WNI di Walvis Bay, 38 di Windhoek dan 67 di Angola," kata Pensosbud KBRI Windhoek Namibia, Miranto Suwandi seperti dikutip Antara, Senin (15/4).

Dijelaskan, untuk di Angola yakni Luanda dan Soyo, mereka menggunakan KSK pada 8 - 10 April 2019, KSK di Walvis Bay, Namibia pada 12 April 2019 dan tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di Windhoek, Namibia pada Minggu (14/4).

Menurut Miranto Suwandi, kesuksesan penyelenggaraan pemungutan suara di Namibia dan Angola ini membuktikan bahwa jarak tidak menjadi halangan bagi WNI untuk menggunakan hak pilihnya.

Antusiasme tinggi para WNI sangat terasa ketika tim KPPSLN KSK  Angola dan Walvis Bay datang memfasilitasi pelaksanaan Pemilu 2019.

Pemungutan suara dengan metode KSK digunakan untuk menjangkau WNI yang berada di daerah-daerah dan tidak mungkin datang ke TPSLN Windhoek.

Sebanyak 31 dari 32 WNI yang mencoblos di Walvis Bay merupakan WNI ABK yang bekerja di kapal-kapal ikan. Tim KPPSLN Walvis Bay mendatangi kapal-kapal ikan yang sedang bersandar dan naik ke dek kapal untuk memastikan seluruh WNI ABK dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini.

Demikian juga di Angola, tim KPPSLN mengapresiasi para WNI di Angola yang sangat mendukung terlaksananya pemungutan suara dengan baik dan lancar.

Sedangkan Minggu, (14/4) adalah giliran KPPSLN TPSLN Windhoek yang menyelenggarakan pemungutan suara.

"Antusiasme WNI di Windhoek tidak kalah dari daerah lain. Hiburan seperti karaoke dan kuliner gratis disiapkan di TPSLN Windhoek untuk semakin menghangatkan suasana," katanya.

Duta Besar RI Eddy Basuki beserta Ibu Komalasari Basuki dilaporkan juga hadir untuk mencoblos di hari spesial itu. TPSLN Windhoek membuka penyelenggaraan pemungutan suara hingga pukul enam sore waktu Windhoek. (Very)
 

 

Artikel Terkait