Hasil Pemilu di Tunisia, 01 dan 02 Seimbang

Oleh : hendro - Jum'at, 19/04/2019 06:45 WIB

Suasana pemilu di Tunisia

Tunisia, INDONEWS.ID - Tunisia mungkin terletak beribu-ribu kilometer jauhnya dari Indonesia, namun kemeriahan Pesta Demokrasi dan ketatnya persaingan para peserta Pemilu, tidak kalah jika dibandingkan dengan di tanah air.

Di negeri yang tahun 2011 lalu melahirkan fenomena Arab Spring ini, kedua pasangan calon presiden berbagi perolehan suara sama rata fifty-fifty.

Pada Rabu 17 April 2019 kemarin, PPLN Tunisia mengadakan kegiatan penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS 001, yang terletak di KBRI Tunis. Sejak awal dimulainya penghitungan, Paslon 01 dan Paslon 02 telah tampak bersaing ketat dalam laju perolehan suara. 

Tak ada paslon yang dapat menjauh dengan margin yang cukup nyaman meninggalkan kompetitornya. Kedua paslon saling menempel ketat, dan susul-menyusul perolehan suara beberapa kali terjadi.

Masyarakat Indonesia yang turut hadir menyaksikan penghitungan tersebut pun, diantaranya Dubes RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, beserta para staf KBRI dan para ekspatriat serta mahasiswa Indonesia di Tunis, cukup terbawa dan larut dalam atmosfir deg-degan yang tercipta dari ketatnya perolehan suara.

Bahkan ketika surat suara terakhir dibacakan hasilnya, perasaan lega, kagum, sekaligus sedikit tak percaya, mungkin saja menggelayuti mereka yang hadir.

 Sesuatu yang cukup langka terjadi di hadapan mereka. Paslon 01 memperoleh 66 suara. Sedangkan Paslon 02 memperoleh 64 suara, namun ditambah dengan 2 suara dari POS, sehingga total perolehan menjadi 66 suara. Sama kuat, imbang, fifty-fifty, antara Paslon 01 dan 02. 

Dari ratusan ribu TPS, probabilitas terjadinya hasil imbang ini bisa jadi sangat-sangat kecil. Selain total 132 suara sah tersebut yang dibagi rata kedua paslon, terdapat 2 suara yang dinyatakan tidak sah.

Dari penghitungan suara untuk pemilihan anggota DPR, tiga besar perolehan suara dimenangkan oleh PKS, PKB dan PDIP dengan masing-masing mendapatkan 41, 24 dan 11 suara. Lima surat suara dinyatakan tidak sah dalam penghitungan Pileg ini.

Pasca penghitungan suara yang disiarkan secara live oleh akun Facebook KBRI diTunisia tersebut, Dubes RI , Ikrar Nusa Bhakti menyatakan kegembiraannya atas kelancaran jalannya penghitungan suara, tanpa gangguan sekecil apapun. 

"Hasil pemilu presiden yang menunjukkan perolehan yg sama antara pasangan no 1 dan no 2, masing2 66 suara, adalah sesuatu yang harus kita terima bersama," ujar Dubes Ikrar.

Namun Dubes Ikrar juga menyayangkan, adanya pengguna hak pilih yang tidak menggunakan hak demokratisnya tersebut secara tepat dan benar, sehingga menyebabkan surat suaranya menjadi tidak sah.

Dalam kapasitasnya sebagai wakil Pemerintah Indonesia di Tunisia, Dubes Ikrar Nusa Bhakti mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tunisia yang telah berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

Selain itu, Dubes Ikrar  juga menyampaikan apresiasinya kepada segenap penyelenggara Pemilu 2019 di Tunisia, serta Staf KBRI dan Anggota PPI, atas terselenggaranya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.  

"Semoga hasil pemilu ini dapat membawa Indonesia lebih baik lagi dalam lima tahun ke depan, amin,"ucapnya. 

Sebelumnya pada hari Minggu, 14 April 2019, telah diselenggarakan pemungutan suara bagi masyarakat Indonesia di Tunisia. Tingkat partisipasi pemilih terdaftar dalam pemungutan suara tersebut mencatat hasil maksimal dimana 100% pemilih menggunakan hak pilihnya.

 Sejatinya jumlah DPT di wilayah Tunisia sebanyak 142 orang, namun dalam perjalanannya beberapa orang pindah ataupun kembali ke Indonesia, sehingga menyisakan 122 pemilih terdaftar di TPS 001, satu-satunya TPS di Tunisia.

 Selain 122 pemilih tersebut, ada pula 3 orang pemilih DPTb dan 6 orang pemilih DPK yang memilih di TPS 001 PPLN Tunisia. Total pemilih di TPS sebanyak 131 orang. Selain itu, ada pula 3 orang pemilih yang menggunakan metode pemilihan POS.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua PPLN Tunisia, Ardi Pramana, sebelum dimulainya pengitungan suara, pencapaian tingkat partisipasi 100% ini dinilai tidak lepas dari terbangunnya komunikasi yang baik antara penyelenggara dengan masyarakat Indonesia, sehingga meyakinkan para Pemilih untuk memberikan suaranya. 

PPLN Tunisia telah mengadakan 3 kali sosialisasi pemilu dan mendapatkan apresiasi yang cukup positif dari masyarakat Indonesia.

Di hari pemungutan suara, para pemilih tidak hanya memberikan suaranya. Mereka yang datang bersama keluarganya, memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan di antara sesama masyarakat Indonesia di Tunisia. 

Panitia memfasilitasi dengan menyediakan sarana berkaraoke ria, boardgames, playstation, bioskop mini, doorprize, maupun makanan dan cemilan khas Indonesia, yang tentunya semakin menambah hangatnya kebersamaan.

Dari sini kita bisa melihat bahwa perbedaan preferensi politik, serta ketat dan sengitnya persaingan memperebutkan kekuasaan, tidak lantas memecah-belah dan menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk bersatu dan bersosialisasi. Semangat yang perlu tetap dijaga senantiasa.

Artikel Terkait