Tak Ada Warga Indonesia menjadi Korban Bom Sri Langka

Oleh : indonews - Minggu, 21/04/2019 23:44 WIB

Indonews.id – Pada Minggu 21 April 2019, Indonews.id menghubungi Duta Besar Sri Langka untuk Indonesia, Mr. Dharsana M. Perera. Pagi hari ini dan bertepatan dengan Hari Paskah terjadi beberapa ledakan bom di Sri Langka.

 

Terkait kejadian teror tersebut, Dharsana atas nama Sri Langka berterima kasih kepada masyarakat Indonesia mengingat banyaknya belasungkawa yang hadir sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.

 

Korban meninggal hingga 23:00 WIB berjumlah 207 jiwa sedangkan ratusan mengalami luka-luka. Setelah melakukan pengecekan ke Kedutaan Besar Indonesia di Sri Langka dan Pemerintah Sri Langka, menurut Dharsana tidak ada satu pun warga negara Indonesia menjadi korban.

 

Presiden Maithripala Sirisena menyampaikan sakit hati mendalam dan cemas karena insiden ini. Maithripala Sirisena meminta rakyatnya bertindak menahan diri, sabar dan tidak terpengaruh rumor atau (hoaks). Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Serangan bom ini dianggap sebagai serangan untuk mengacaukan negara bukan hanya sebagian masyarakat.

 

Pemerintah Sri Langka memberikan instruksi bagi penegak hukum dan aparat pertahanan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga ketertiban dan juga melakukan investigasi segera guna membawa seluruh pelaku serangan untuk diadili. Kepolisian akan mengamankan tahap awal sejak pukul 6 sore hingga 6 pagi. Seluruh aparat keamanan diperintahkan untuk memperketat pengamanan semua tempat ibadah, kedutaan, hotel, rumah sakit, pimpinan umat Katolik dan tempat penting milik negara.

 

Guna mencari pelaku, Pusat Koordinasi Nasional untuk operasi tersebut didirikan. Pemerintah berharap agar media sosial digunakan dengan bertanggung jawab, tidak membuat rumor atau informasi salah (hoaks).

 

Pemakaman korban ditanggung oleh pemerintah. Sekolah akan libur untuk tanggal 22 hingga 23 April 2019.

 

Menteri Pertahanan menegaskan bahwa situasi aman terkendali saat ini dan para pelaku sedang dalam pengejaran.

Artikel Terkait