Indonesia Luncurkan Dialog Kemanusiaan Dengan Yordania

Oleh : hendro - Selasa, 30/04/2019 20:05 WIB

Duta Besar RI, Andy Rachmianto bersama peserta dialog kemanusian pertama Indonesia-Yordania di Amman

Amman, INDONEWS.ID -  Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam Dialog Kemanusiaan Pertama Indonesia dan Yordania di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania, Amman mengatakan, meskipun bukan merupakan negara pihak pada Konvensi Pengungsi 1951, atas dasar kemanusiaan, Indonesia dan Yordania tetap menampung sementara ribuan bahkan jutaan pengungsi di negaranya.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Yordania memiliki kedekatan posisi dalam isu penanganan pengungsi di tingkat nasional dan global.

Direktur HAM dan Kemanusiaan, Achsanul Habib, menggarisbawahi mengenai pentingnya untuk mendorong komitmen komunitas internasional dalam mengatasi isu pengungsi, utamanya penerapan prinsip “burden sharing dan responsibility sharing”.

Dengan prinsip ini diharapkan dapat meningkatkan pemenuhan kewajiban dari negara tujuan dan tidak menambah beban kepada negara transit, yang sebagian besar merupakan negara berkembang.

“Menjadi penting bagi Indonesia dan Yordania untuk menggiatkan dialog dalam isu pengungsi, diantaranya untuk saling mendukung posisi kedua negara dalam berbagai pembahasan isu pengungsi di kancah internasional,” tegas Achsanul Habib waktu setempat.

Direktur Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania menjelaskan bahwa hingga saat ini Yordania menampung lebih dari 1,3 orang pengungsi, yang berasal dari 58 negara asal, terutama Suriah.

Sebagai negara berkembang, Yordania menghadapi tantangan tersendiri dalam penanganan pengungsi, misalnya dari aspek pendanaan, infrastruktur, serta inklusinya dalam layanan dasar pendidikan dan kesehatan. Oleh karena kompleksitas tantangan yang dihadapi tersebut, Yordania menempatkan isu penanganan pengungsi sebagai salah satu perhatian utamanya.  

Menanggapi pernyataan Direktur Organisasi Internasional, Duta Besar RI, Andy Rachmianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Yordania atas komitmennya dalam penanganan pengungsi, termasuk juga pengungsi Palestina. Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada pengungsi Palestina di Yordania melalui UNRWA dan JHCO melalui langkah-langkah inovatif serta kemitraan dengan berbagai aktor non-pemerintah di Indonesia.

Pada akhir pertemuan, pihak Indonesia dan Yordania menyepakati pentingnya untuk mulai menginisiasi suatu kerangka bilateral Dialog Kemanusiaan regular antara kedua negara.

Kerangka dialog dimaksud diharapkan dapat menjadi sarana kedua negara untuk saling bertukar pandangan, pengalaman terbaik, dan pelajaran dalam isu-isu kemanusiaan, termasuk pengungsi, baik secara bilateral maupun dalam forum-forum multilateral.

Pada Dialog Kemanusiaan pertama ini, Delegasi Yordania dipimpin oleh Direktur Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Kerajaan Yordania, sementara Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemenko Polhukam dan terdiri dari perwakilan Kemenko Polhukam, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Indonesia di Amman. 

Selain diskusi, rangkaian kegiatan Dialog Kemanusiaan juga diisi dengan kunjungan lapangan Delegasi ke Camp Pengungsi Suriah di Zaatari serta Camp Pengungsi Palestina di Baqa’a.
 

Artikel Terkait