RI Perlu Agendakan Sidang Darurat Bahas Krisis Venezuela

Oleh : very - Kamis, 02/05/2019 18:30 WIB

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang berusia 35 tahun, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara negara tersebut. (Foto: BBCIndonesia.com)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Indonesia yang bulan ini menjadi Presiden DK-PBB perlu segera mengagendakan sidang darurat untuk membahas kejadian di Venezuela.

“Apa yang terjadi di Venezuela perlu dibahas dalam agenda DK-PBB karena dapat mengancam perdamaian internasional. Hal ini karena ada kemungkinan peran dari negara lain ataupun unsur yang didalamnya yang terlibat dalam kudeta gagal di Venezuela,” ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (2/5).

Hikmahanto mengatakan, berbagai kepala pemerintahan telah menyuarakan apa yang terjadi di Venezuela.

“Agar tidak menjadi ketegangan baru bagi keamanan internasional, adalah wajar bisa Indonesia meminta anggota DK-PBB untuk membahas apa yang terjadi di venezuela,” ujarnya.

Seperti dikutip BBC, krisis di Venezuela kian memanas seiring pertikaian politik antara Presiden Nicolas Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido meningkat menjadi ketegangan di antara faksi militer pendukung.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido menyerukan serangkaian aksi demonstrasi sebagai bagian dari kampanye untuk memaksa Presiden Nicolas Maduro untuk melepaskan kekuasaan.

Dia mengatakan akan ada aksi protes setiap hari sampai Venezuela bebas.

Guaido berbicara kepada ribuan pengunjuk rasa yang kembali ke jalan-jalan, sehari setelah upaya untuk melakukan pemberontakan militer gagal.

Di ibukota Caracas, bentrokan terjadi dengan polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet, sementara pengunjuk rasa menyerang kendaraan lapis baja dengan batu dan bom molotov.

Berbicara kepada para pendukungnya di Caracas, Guaido menyebut protes itu "proses yang tidak dapat diubah" dan berjanji untuk melanjutkan demonstrasi setiap hari "untuk mencapai kebebasan".

"Kita berada di jalur yang benar, tidak ada jalan untuk kembali," katanya.

Dia juga mengatakan akan ada serangkaian aksi mulai Kamis dan memuncak dalam aksi demonstrasi besar-besaran.

Media lokal melaporkan adanya tembakan di Altamira, sebuah lingkungan di Caracas timur di mana oposisi secara teratur berkumpul.

Ada juga bentrokan di jalan raya dekat pangkalan udara di timur ibu kota, dengan pengunjuk rasa mengendarai van melalui pagar pembatas.

Garda Nasional yang mengendarai sepeda motor menembakkan gas air mata ke arah para demonstran.

Beberapa demonstran melempar batu, sementara yang lain terlihat membuat bom molotov.

Demonstrasi telah terjadi di 23 negara bagian Venezuela serta di Caracas, kata LSM dan media lokal. (Very)

 

Artikel Terkait