Nasional

Pemerintah Jaga Kenaikan Harga, Kementan Operasi Pasar Bawang Putih di Lampung

Oleh : tirto prima putra - Kamis, 09/05/2019 12:58 WIB

Lampung, Indonews.id - Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga bawang putih di seluruh daerah melalui kebijakan operasi pasar. Di hari ke-4 puasa Ramadhan ini, Kamis (9/5), operasi pasar kembali dihelat Kementerian Pertanian di Provinsi Lampung. Jumlah bawang putih yang digelontorkan sebanyak 1 kontainer yakni 29 ton. Operasi pasar ini dilakukan di tiga titik yakni Pasar Panjang, Pasar Tugu dan di Toko Tani Indonesia (TTI) Lampung.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi yang terjun langsung pada operasi pasar ini mengatakan kebijakan menstabilkan harga di Provinsi Lampung sudah berjalan sejak dua hari yang lalu. Setelah tahap pertama dipasok sebanyak 3 kontainer (setara 90 ton), kemarin dipasok lagi sebanyak 7 truk bawang putih (setara 50 ton). Adapun kebutuhan Provinsi Lampung akan bawang putih adalah sebanyak 28 ton per hari.

“Setelah operasi pasar ini, diikuti pasokan rutin dari distributor untuk masuk Lampung sebanyak 4 sampai 5 truk per hari. Kemarin 3 kontainer, muatannya 90 ton masuk Lampung. Juga ada satu distributor rutin 2 truk tiap hari pasok bawang putih ke Lampung,” jelas Suwandi saat operasi pasar di Pasar Panjang, Bandar Lampung.

"Setiap hari pasokan kami kirim masuk pasar. Jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Untuk Provinsi Lampung diharapkan harga stabil pada kisaran Rp. 25 ribu sampai Rp. 30 ribu per kg," tambah Suwandi.

Loading...

Karena itu, Suwandi menegaskan stok bawang putih selama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini melebihi kebutuhan. Pada tanggal 5 Mei, para importir telah sepakat harga bawang putih berkisar Rp. 25 ribu per kg dengan harga tertinggi Rp. 30 ribu per kg.

"Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami meminta pada para importir di seluruh Indonesia untuk bertanggung jawab agar harga bawang putih turun dari rata-rata Rp. 48 ribu hingga Rp. 60 ribu per kg menjadi Rp. 25 ribu per kg, dan paling mahal Rp. 30 ribu per kg. Para importir bertanggung jawab juga harga tersebut berlaku sampai ke konsumen," tegasnya.

Artikel Terkait