Selamat Idul Fitri, Dewan Kepausan Berharap Indonesia Damai Sejahtera

Oleh : very - Selasa, 04/06/2019 20:05 WIB

Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama, Markus Solo Kuweta, SVD mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 kepada seluruh masyarakat Indonesia. (Foto: ist)

Vatikan, INDONEWS.ID -- Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama, Markus Solo Kuweta, SVD mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ucapan Selamat Hari Raya Iedul Fitri ini dititipkan  kepada Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) dan Wasekjen Partai Nasdem, Hermawi Franziskus Taslim setelah pertemuan Markus Solo Kuweta SVD bertemu dengan keduanya di Vatikan, Senin (3/6/2019).

“Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama, Markus Solo Kuweta SVD mengucapkan Selamat Idul Fitri dengan doa ‘Semoga Damai Sejahtera Menyertai Kita Semua (Bangsa Indonesia - red)’,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (4/6).

Markus Solo Kewuta, SVD adalah anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama yang menangani Dialog Kristen-Muslim di Asia, Amerika Latin dan Afrika.

Tahun 1988 beliau bergabung dengan Serikat Sabda Allah (SVD) dan masuk Novisiat Serikat missionaris tersebut di Nenuk, Timor. Tahun kedua Novisiat dilaluinya di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Santo Paulus Ledalero, Maumere, Flores, sekaligus memulai tahun pertama kuliah Filsafat. Setelah menyelesaikan dua tahun Filsafat di Sekolah Tinggi Santo Paulus Ledalero, tahun 1992 beliau dikirim bersama seorang teman seangkatannya, Mariano Grace Da Silva (+ 6 Agustus 2014 di Ende, Flores) untuk meneruskan studi Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Katolik Sankt Gabriel di Mödling, Wina, Austria.

Gelar Doktornya diraih pada tahun 2002 dengan predikat Summa cum Laude dengan thesis "Der ostflorinesische Gott und Gott Jesu Christi" - Die Suche nach theologisch-spirituellen Grundsätzen für den Dialog).

Tahun 2002 juga beliau memulai studi Bahasa Arab Klassik pada Dar Comboni Institute di atas pulau Zamalek, Kairo, Mesir, dan menyelesaikannya dengan gelar Licensiat pada tahun 2005 pada Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Arab dan Islamologi (Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies, PISAI) di Roma, Italia.

Setelah menyelesaikan studi di Roma, Pastor Markus kembali berbakti di kota Wina, Austria, dan mendapat kepercayaan dari Kardinal Christoph Schönborn untuk memajukan dialog antara umat Katolik dan umat Islam di kota Wina, sekaligus menjadi Pastor Pembantu di Paroki SVD di Alxingergasse di Distrik X kota WIna. Tahun 2006 Kardinal Schönborn mengangkat Pastor Markus menjadi Rektor Institut Internasional Asia-Afrika (Afro-Asiatisches Institut, AAI) di kota Wina. Baru beberapa bulan berkarya, beliau mendapat panggilan dari Takhta Suci Vatikan untuk menjadi staf Penasehat pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue, PCID) di Vatikan.

Bulan Juli 2007 Pastor Markus resmi bergabung dengan Dewan Kepausan ini dan menangani Desk Dialog Katolik-Islam di Asia dan Pasifik.

Sejak tahun 2015, Pastor Markus yang adalah orang Indonesia pertama di Kuria Tahta Suci Vatikan ini, selain menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik, juga dipercayakan sebuah tugas lain, yakni sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas untuk memajukan Pendidikan Perdamaian dan Pembentukan Duta-duta Perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani bertempat di kota Roma dan Vatikan.

Di luar dari tugas-tugas Dialog keagamaan ini, Pastor Markus yang memiliki hobby di bagian Musik dan sport ini juga sejak tahun 2015 adalah seorang Cerimonial liturgi dari Paus Fransiskus di Vatikan. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait