Nasional

Maknai Idul Fitri, Din Syamsuddin Ajak Masyarakat Kembali Ukkuwah

Oleh : Ronald Tanoso - Kamis, 06/06/2019 05:12 WIB

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada saat melangsungkan salat Ied di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (5/6/2019)

Jakarta, INDONEWS.ID - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, kini umat Islam merayakan kemenangannya dengan perayaan Idul Fitri.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada saat melangsungkan salat Ied di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (5/6/2019) kemarin menyampaikan khotbah Idul Fitri tentang Indonesia Maju, dengan judul 'Menjadi Khairu Ummah untuk Indonesia Maju, Adil Bermarwah'.

Dalam khotbahnya, Din Syamsuddin menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini telah berubah menjadi kumpulan pemarah, yang dulunya merupakan bangsa ramah.

"Inilah yang terjadi sekarang ini, dunia masih menghadapi kerusakan multidimensional berupa kemiskinan, kebodohan, kesenjangan, keterbelakangan, ketidakadilan, serta berbagai bentuk kekerasan, hingga kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan demikian juga terjadi pada kehidupan nasional semua bangsa di dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia," ucap Din Syamsudin.

Menurutnya, modal sosial dan budaya Indonesia mengalami pergeseran, dari semula dikenal sebagai bangsa yang ramah kini cenderung pemarah, mudah tersinggung, hingga terkadang menempuh jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

Imbasnya, lanjut Din, sebagian anak bangsa mengalami demoralisasi yaitu terjebak ke dalam fanatisme buta dalam membela kepentingan duniawi daripada mengedepankan persaingan sejati yang sehat.

"Mereka tega menghilangkan nyawa orang lain hanya karena harga diri dan persoalan sepele," ujarnya.

Maka dari itu, dihadapan sekitar 20-30 ribu jamaah yang berasal dari wilayah sekitarnya, seperti Kebayoran Baru, Cipete Utara, seputar Jakarta Selatan, bahkan hingga dari luar wilayah Jaksel, Din mengatakan bahwa khotbah yang disampaikannya itu adalah untuk mengingatkan apa yang terjadi sekarang.

"Mari kita merajut kembali ukhuwah dengan sesama, agar semua kecenderungan negatif dari bangsa ini bisa terkikis bahkan hilang, kembali pada sifat asli bangsa Indonesia yang ramah dan baik," tandasnya. (rnl)
 

Loading...

Artikel Terkait