Nasional

Aku Bermimpi Indonesia Jaya di Tangan SMI

Oleh : very - Senin, 17/06/2019 09:12 WIB

Rudi S Kamri, pengamat sosial poliitik, tinggal di Jakarta. (Foto: Ist)

 

Aku Bermimpi Indonesia Jaya di Tangan SMI

Oleh : Rudi S Kamri *)

Entah mengapa ada kejenuhan melihat drama politik yang sedang dimainkan oleh "kaum tidak legowo" yang memaksakan logika berpikir terbalik. Tiba-tiba saya membayangkan nasib Indonesia pasca era Jokowi pada 2024 nanti. Siapa yang mampu menjaga Indonesia untuk tetap dalam koridor arah pembangunan yang `on the track" seperti saat ini ? Siapa yang mampu menjaga negeri ini tidak lagi menjadi bancakan kaum rakus seperti sebelum 2014 ?

Di antara para petualang politik muda, para pewaris tahta pimpinan partai dan para pemimpin daerah muda bagi saya tidak ada yang mampu memberikan rasa tenang dan optimisme. Dalam penilaian saya mereka belum ada yang mampu menunjukkan konsistensi kualitas dan kapabilitas yang meyakinkan untuk memandu kita membawa Indonesia ke arah yang tepat seperti yang dilakukan oleh Presiden Jokowi saat ini.

Entah mengapa seketika saya berpaling pada perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 yang bernama SRI MULYANI INDRAWATI atau lebih kita kenal dengan SMI. Perempuan cerdas alumni FE UI angkatan 1981 ini mempunyai karakter kuat dan mempunyai kredibilitas yang tinggi di dalam negeri dan dunia Internasiona dimanapun dia memegang amanah tugas. Jabatan sebagai Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, Plt Menko Perekonomian sampai menjabat Managing Director Bank Dunia serta beberapa kali menyabet penghargaan internasional seperti `The Best Finance Minister` dan 100 wanita paling berpengaruh di dunia telah menunjukkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas perempuan istri Tony Sumartono yang dikaruniai 3 orang anak ini.

Kemampuan manajerial dan keteguhan sikap sebagai bendahara negara sudah teruji dengan terang benderang. Gaya kepemimpinannya yang egaliter dan efektif membuat dia menjadi sosok menteri yang paling disegani di Republik ini. Hanya di era SMI pada tahun 2016 Pemerintah pertama kali dalam sejarah memperoleh opini Wajar Tanpa Syarat (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dan hanya SMI yang mampu menarik kewajiban pajak perusahaan besar dunia Google dan Facebook. Makanya tidak aneh pada 11 Februari 2018 SMI diganjar penghargaan bergengsi sebagai Menteri Terbaik di dunia (The Best Minister) yang dilakukan di Uni Arab Emirates. Dan hanya SMI satu-satunya Menteri di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan bergengsi tersebut.

Terlalu panjang kalau kita membahas prestasi dari perempuan cerdas Putri ke-7 dari pasangan Guru Besar dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Satmoko dan Prof. Retno Sriningsih tersebut. Dan bagi saya salah satu keputusan terbaik yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah saat beliau berhasil menarik SMI dari jabatan bergengsi Managing Director Bank Dunia menjadi Menteri Keuangan pada 27 Juli 2016.

Kepulangan SMI ke Indonesia 3 tahun lalu serta merta disambut suka oleh masyarakat Indonesia dan para pelaku usaha dalam negeri. Kecuali (mungkin) bagi Kelompok Usaha Bakrie yang mempunyai rekam jejak ketidaksukaan- nya terhadap SMI atas kasus penyelidikan indikasi penggelapan pajak yang dilakukan oleh Bakrie Group dan atas ketidaksetujuan SMI atas pernyataan bahwa kesalahan pengeboran lumpur Lapindo sebagai bencana nasional. Hal ini yang membuat SMI terpaksa mengundurkan diri dari kabinet SBY pada 20 Mei 2010.

Sri adalah nama khas dari perempuan Jawa yang mempunyai makna Cahaya yang bersinar. Mulyani berarti kemuliaan atau berharga. Sedangkan Indrawati adalah naluri atau intuisi untuk merasakan sesuatu. Jadi Sri Mulyani Indrawati adalah seorang perempuan berharga dan bercahaya yang mempunyai kemampuan intuisi tinggi untuk membawa kemuliaan bagi dirinya, keluarga dan bangsanya.

Inilah mimpi saya pada tahun 2024 nanti. Dan kepada SMI yang punya hobby menulis inilah satu-satunya harapan agar mimpi indah saya dimana Indonesia mencapai kemuliaan, kemajuan dan kemakmuran Indonesia dapat terwujudkan. Dengan kepemimpinan yang kuat dan ditambah poin positif SMI BUKAN berasal dari partai apapun serta deretan pengalaman kerja dan kualitas diri yang mumpuni, membuat saya yakin SMI lah yang paling berpotensi menjadi pemimpin Indonesia pasca Jokowi.

Saatnya Indonesia dipimpin seorang yang kualified dan profesional berkelas internasional. Era pemimpin dinasti atau dari partai harus segera berakhir. Karena sudah terbukti tidak membawa dampak kemajuan apapun bagi negeri ini. Dan ini sudah dimulai pada tahun 2014 saat Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Dan SMI bagi saya adalah pilihan terbaik untuk meneruskan apa yang telah dirintis oleh Jokowi untuk negeri ini.

Dan saya meyakini banyak yang setuju dengan opini saya. Benar, kan ?

Salam SATU Indonesia

17062019

*) Rudi S Kamri, penulis adalah pengamat sosial politik, tinggal di Jakarta.

Loading...

Artikel Terkait