Nasional

Menteri LHK : Butuh Komitmen Kuat Atasi Sampah Di Ciliwung

Oleh : Ronald T - Senin, 24/06/2019 18:03 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat melakukan giat bersih Ciliwung di Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/6/2019).

Jakarta, INDONEWS.ID - Untuk sampah di kawasan Sungai Ciliwung, dibutuhkan komitmen yang kuat antara pemerintah daerah dan juga masyarakat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat melakukan giat bersih Ciliwung di Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/6/2019).

Disampaikan Siti, data hasil penelitian KLHK perlu upaya besar untuk melestarikan Sungai Ciliwung karena jumlah limbah rumah, sampah, limbah industri, limbah ternak dan pencemaran dari aktifitas pertanian sebesar 54,4 ton Biochemical Oxygen Demand (BOD) perharinya.

"Jumlah total sampah yang dibuang ke Sungai Ciliwung sebesar 54,4 ton BOD per hari, sementara kemampuan sungai hanya 9,29 ton BOD per hari. Akibatnya air sungai sudah melewati daya dukungnya. Kami juga meminta pemerintah daerah mengurangi sampah plastik dengan membentuk peraturan daerah maupun Wali Kota ataupun Bupati," tutur Nurbaya.

Menteri Siti menilai, pelestarian Sungai Ciliwung ini bertambah berat dengan tingkat perubahan tata ruang dan tutupan lahan yang sangat tinggi (alih fungsi lahan)

"Perubahan tata ruang dan tutupan lahan di sepanjang DAS Ciliwung atau alih fungsi lahan terutama di Bogor, Depok dan Jakarta Selatan sebesar 37,11 persen tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas lingkungan tetapi juga meningkatkan kerentanan dari bencana banjir maupun longsor," jelasnya.

Maka dari itu, dirinya menyebutkan KLHK telah memberikan arahan-arahan khusus kepada setiap pemerintah daerah khususnya bupati dan wali Kota bagaimana memanfaatkan lingkungan Sungai Ciliwung dan memerangi sampah di sekitarnya.

"Kalau di lihat polanya driver (pemengang komitmen) yang harus di perkuat. Driver-nya itu pemerintah dan masyarakat," tandasnya. (rnl)

 

Artikel Terkait