Daerah

Ingin Jadikan Kampus Hijau, Pengelola UI Terapkan Sistem Berbayar Untuk Kendaraan Roda Dua

Oleh : Ronald T - Selasa, 09/07/2019 08:01 WIB

Pengelola Universitas Indonesia (UI) tetap konsisten dengan kebijakannya yang menerapkan sistem berbayar tehadap setiap kendaraan roda dua yang masuk maupun keluar lingkungan kampusnya. Alasannya, pengelola ingin menjadikan UI kampus hijau .

Depok, indonews.id - Meski menuai penolakan dari mahasiswanya, pengelola Universitas Indonesia (UI) tetap konsisten dengan kebijakannya yang menerapkan sistem berbayar tehadap setiap kendaraan roda dua yang masuk maupun keluar lingkungan kampusnya. Alasannya, pengelola ingin menjadikan UI kampus hijau .

"Kami ingin kampus UI tetap hijau, ramah pejalan kaki. Memang ada perubahan kebijakan dan hal wajar bila terjadi kontroversi atas pemberlakuan kebijakan," kata Humas UI Rifelli Dwi Astuti di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin, (8/7/2019).

Refelli menegaskan, setiap kampus hijau yang ada di seluruh dunia sudah menerapkan pembatasan kendaraan dengan kebijakan yang berbeda. Hal itulah, yang menjadi inspirasi bagi UI.
 
"Sebenarnya sudah lama ingin dibuat kantong-kantong parkir, di kampus lain (luar negeri) sudah menerapkan seperti ini. Dosennya jalan kaki atau naik kereta," ujarnya.

Sistem berbayar, bagi kendaraan roda dua sebenarnya telah diterapkan di Kampus UI Salemba. Tapi, kata Rifelli kebijakan itu tidak mengundang protes karena bukan akses perlintasan masyarakat.
 
"Memang kampusnya lebih kecil, dan tidak jadi area akses warga. Oleh sebab itu, kita berikan jalur khusus yang gratis yaitu di BORR (Bycicle Outer Ring Road) utara hingga ke selatan," kata Rifelli.

Rifelli memastikan kebijakan itu tidak merugikan masyarakat maupun civitas akademika. Pasalnya, seluruh aspirasi ditampung dan menjadi bahan pertimbangan untuk membakukan kebijakan. Apalagi, kata Rifelli, pihak kampus menyediakan akses gratis untuk masyarakat. 

"SK belum keluar, semua masih digodok. Kami pastikan tidak akan merugikan civitas dan masyarakat. Nanti masyarakat ada jalur khusus yang enak aman dan nyaman," tandasnya. (rnl)

 

Loading...

Artikel Terkait