Nasional

Ini Harapan Ahok Soal Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara

Oleh : Marsi Edon - Jum'at, 19/07/2019 19:10 WIB

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pernama(Foto:Detik.com)

Jakarta, INDONEWS.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pernama atau Ahok, memiliki harapan tersendiri soal pemindahan ibu kota negara yang telah direncanakan oleh Presiden Jokowi. Ahok berharap, Presiden Jokowi memilih Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota baru bagi Negara Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam video berjudul” `BTPVLOG #12 - MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA SUKU DAYAK` yang diunggah di akun Panggil Saya BTP.

“Ya saya tidak tahu, mudah-mudahan saja (Jokowi pilih Kaltim jadi ibu kota). Saya kalau baca-baca berita, katanya Pak Jokowi pengin pindahin ibu kota. Saya nggak begitu ngikutin berita karena hampir 4 setengah bulan saya di luar negeri keliling. Ya siapa tahu beliau (Pak Jokowi) memilih Kaltim ya,” kata Ahok seperti dilansir detik.com, Jumat,(19/07/2019)

Ahok sendiri belum mengetahui kepastian terkait dengan lokasi ibu kota negara yang akan diitetapkan oleh pemerintah. Sementara, pemerintah telah merencanakan untuk memindahkan ibu kota negara keluar dari pulau Jawa. Namun, Ahok menegaskan, jika Kaltim dipilih sebagai ibu kota negara, suku Dayak mesti memperjuangkan satu kawasan hutan untuk pelestarian budaya Dayak.

“Nah, kalau di Kaltim, saya kira kita harus memperjuangkan ada satu hutan yang dilestarikan untuk kepentingan budaya dan kehidupan model kehidupan suku Dayak seperti apa,” ungkapnya.

Menurutnya, budaya merupakan warisan leluhur yang wajib untuk dijaga dan dilesatarikan. Pentingnya kawasan hutan diadakan adalah sebagai tempat khusus untuk menjaga warisan dan adat istiadat Suku Dayak. Selain itu, kata Ahok,kawasan hutan itu nantinya dapat dijadikan sebagai tempat wisata.

“Saya kira itu yang penting karena, bagaimanapun juga, kalau kita memiliki satu tempat itu, berapa ribu tahun pun budaya itu tahu aslinya seperti apa. Nah, saya kira itu juga jadi tempat wisata,” jelas Ahok.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ibu kota negara merupakan  pusat seluruh administrasi pemerintahan negara. Ibu kota negara juga menjadi tempat berkumpul  masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia. Karena itu, ibu kota negara yang baru perlu ada tempat wisata bagi masyarakat atau warga ibu kota.

“Tidak mungkin sebuah ibu kota hanya ibu kota dan tidak ada wisata. Hampir semua ibu kota baru tuh sepi. Nah tapi coba kalau dibangun kembali seperti di pedalaman lagi, hutan kotanya banyak," tutupnya.*(Marsi)

 

 

 

Artikel Terkait