Daerah

Menteri PUPR Targetkan Pelebaran Jalur Puncak Bogor Rampung Pada 2020

Oleh : Ronald T - Rabu, 07/08/2019 14:21 WIB

Penanganan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, Ditjen Bina Marga diantaranya berupa pelebaran jalan, pembuatan saluran drainase, pembangunan jembatan duplikat, dan perkuatan tebing pada titik-titik rawan longsor. (Foto : Ilustrasi)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan penanganan ruas jalan Puncak Bogor dilakukan secara bertahap sejak tahun lalu, dan ditargetkan selesai tahun 2020.

Penanganan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, Ditjen Bina Marga diantaranya berupa pelebaran jalan, pembuatan saluran drainase, pembangunan jembatan duplikat, dan perkuatan tebing pada titik-titik rawan longsor.

"Strategi penanganan Jalur Puncak, kita perbaiki dahulu Jalur Puncak eksisting dengan pelebaran jalan, jembatan dan penataan untuk menampung pedagang. Kami sudah menyiapkan rest area seluas 5 hektar di Gunung Mas yang bisa digunakan para pedagang. Kalau sudah selesai, kita pikirkan yang Puncak II dari Sentul ke Taman Bunga yang jaraknya sekitar 50 Km," kata Basuki di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Paket pelebaran jalan Ciawi—Puncak sepanjang 5 kilometer dan pembangunan tempat istirahat (rest area) Gunung Mas telah mulai dikerjakan sejak akhir 2018. Biaya pembangunannya menggunakan skema kontrak tahun jamak APBN tahun 2018—2019 senilai Rp73,10 miliar dengan target selesai akhir 2019.

Sementara itu, diinformasikan, dalam pekerjaan pelebaran jalan Ciawi-Puncak ini dibagi menjadi 4 segmen, yakni segmen 1 (Selarong) telah rampung pengerjaannya, segmen 2 (Cipayung) masih menyisakan pekerjaan pelebaran jalan sepanjang 510 meter, segmen 3 (Cisarua) sisa pekerjaan box culvert dan trotoar, segmen 4 (Gunung Mas) masih dalam tahap penggalian untuk pelebaran jalan.

Sementara untuk penanganan ruas jalan Puncak Bogor juga dilakukan melalui pekerjaan preservasi jalan Ciawi-Benda-Batas Kota Cianjur dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp30,5 miliar. Ruang lingkup pekerjaan diantaranya pemeliharaan jalan rutin sepanjang 37,84 km, rekonstruksi jalan sepanjang 1,38 km, penanganan longsor sepanjang 80 meter, pembangunan drainase dan bangunan pelengkap sepanjang 1,6 km, pemeliharan rutin jembatan 295 meter, dan rehabilitasi jembatan (46 meter).

Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Lumbung Pinayung Risqi dengan masa pelaksanaan 313 hari kalender sejak kontrak 21 Februari 2019. Dan hingga akhir Juni, progres fisiknya mencapai 20% dengan ditergetkan selesai akhir tahun 2019. (rnl)

Artikel Terkait