Pojok Istana

Ini Janji Jokowi Soal Komposisi Menteri di Kabinet Mendatang

Oleh : Marsi Edon - Rabu, 14/08/2019 20:01 WIB

Presiden Joko Widodo.(Foto:Kompas.com)

Jakarta,INDONEWS.ID - Presiden terpilih Joko Widodo memberikan gambaran awal terkait dengan komposisi menteri dalam kabinet pemerintahan baru periode 2019-2024. Gambaran awal terkait dengan kabinet ini disampaikan oleh Jokowi pada saat pertemuan dengan pemimpin media hari ini di Istana Negara, Jakarta, Rabu,(14/08/2019)

Jokowi dalam memilih calon menteri untuk mengisi kabinet jilid dua pemerintahannya, mempertimbangkan berbagai macam aspek. Salah satu aspek yang dilihat oleh Jokowi adalah sisi usia calon menteri. Selain itu, ada juga pertimbangan latar belakang dan rencana pembentukan kabinet baru di pemerintahan mendatang.

Terkait dengan calon menteri dari segi usia, Jokowi akan memilih menteri dari kalangan muda untuk membantunya dalam kabinet. Namun, ia belum memberikan penjelasan secara terperinci siapa menteri muda yang akan dipilih nantinya.

"Menteri ada yang usianya 25, di bawah 30, dan di bawah 35 tahun," kata Jokowi sebaimana dilansir detiknews,Rabu,(14/08).

Adapun calon menteri dari segi latar belakang, kata Jokowi, pembagiannya terdiri dari 55 persen dari kalangan profesional dan kalangan partai politik mendapat porsi lebih kecil yakni 45 persen. Ia sendiri menginginkan menteri-menteri tersebut bekerja lebih cepat dari biasanya serta dapat diukur tingkat keberhasilannya.

"Komposisi 45 parpol, 55 profesional," jelasnya.

Mantan wali kota Solo ini memberikan penekanan secara khusus soal jabatan Jaksa Agung, karena selama ini diisi oleh orang dari kalangan partai politik. Ia menjanjikan, selama lima tahun ke depan, Jaksa Agung akan diisi oleh orang dari kalangan profesional.

"Jaksa Agung pasti bukan dari parpol," tegasnya.

Ia juga merencanakan perubahan nomenklatur beberapa Kementerian yang sudah ada selama ini. Tetapi, ia menegaskan, jumlah kementerian tetap tidak berubah yakni tetap berjumlah 34 Kementerian.

"Secara jumlah bisa sama, tapi ada kementerian yang dilebur. Misal Menlu juga handle diplomasi ekonomi," jelasnya.

Pemerintahan Jokowi jilid dua juga menyiapkan secara khusus kementerian untuk menghadapi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kementerian ini akan diarahkan untuk menangani terkait digitalisasi dan kreatifitas yang berhubungan dengan teknologi.

"Ada juga Kementerian Investasi, akan konsentrasi di digital dan kreatif," ungkapnnya.

Jokowi sendiri menegaskan, komposisi menteri hingga saat ini telah disusun sesuai dengan visi dan misi pemerintahan lima tahun ke depan. Adapun pengumuman nama-nama menteri yang masuk dalam kabinet akan diumumkan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada bulan Oktober mendatang.

"Kabinet bisa diumumkan kapan saja, nggak perlu nunggu Oktober," pungkasnya.*(Marsi)

 

Artikel Terkait