Profile

Sosok Ibu Sederhana dan Jujur yang Dicintai Masyarakat Kaltara

Oleh : adri - Sabtu, 15/07/2017 11:07 WIB

Norhayati Andris anggota DPRD Kaltra dari Fraski PDIP
Tanjung Selor, INDONEWS.ID – Sosok Norhayati Andris biasa dipanggil Ibu Nur oleh koleganya di DPRD propinsi atau dipanggil Ati oleh teman-teman akrabnya bagi masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) sudah tidak asing lagi. Dengan kesederhanaan dan kejujuran Ibu dua orang anak ini, terpilih menjadi anggota DPRD dari fraksi PDIP. Berawal memiliki mimpi seorang ibu dua orang anak yang tinggal di desa perbatasan ingin memajukan daerahnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Betapa tidak, Ati yang semula seorang ibu rumah tangga harus bersusah payah membawa hasil pertanian dari desanya Long Telaju untuk dijual dan membeli kebutuhan di kota kabupaten. Sungguh jelas kesenjangan yang terjadi di perbatasan dengan negeri tetangga. Namun semenjak 2 tahun terakhir ini terjadi kebalikannya. Dengan adanya reformasi kebijakan politik anggaran pemerintah Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawacita, pemerintah ingin membangun  Indonesia dari pinggiran. Pembangunan Indonesia bukan hanya dengan melihat dari aspek jumlah penduduk baru wilayah akan dibangun, tetapi juga mempertimbangkan wilayah strategis. “Hal ini telah membangun harapan masyarakat perbatasan. Bahkan mereka yang dulu eksodus ingin kembali ke pangkuan Indonesia. Kami dari DPRD sesuai dengan tupoksi yang kami miliki, akan membantu dan memfasilitasinya,” ujar Ati kepada INDONEWS beberapa waktu lalu. Selain itu, kata Ati, dengan keberadaan pihaknya saat ini banyak masyarakat yang merasakan manfaat.Terutama adalah masalah informasi kebijakan yang ada langsung dapat diterima oleh masyarakat Kalimantan Utara. Seperti adanya informasi bantuan pertanian, kesahatan dan pendidikan yang diprogramkan dapat langsung disampaikan ke pelosok-pelosok. Sebab para konstituen kebanyakan dari perbatasan dan pedesaan yang lokasinya berdeketan dengan wilayah perbatasan. Ati menambahkan, dengan mulai terpasangnya tower Telkomsel diharapkan banyak derah terpencil dan terisolir dapat dengan mudah berkomunikasi dengan saudara-saudaranya yang berada di kota kabupaten. Lebih lanjut Ati mengaku, selama menjabat Ketua Komisi 1 dirinya telah memperjuangkan 4 usulan Daerah Otonomi Baru (DOB)  di daerah perbatasan di antaranya adalah Calon kab. Bumi dayak perbatasan yg ada di kb Nunukan, kab. Apau kayan yg ada kab. MALINAU, kab krayan yg ada di perbatasan nunukan, dan calon DOB kota Tanjung Selor yg saat ini sebagai Ibukota Propinsi. Sebab, sebenarnya hal ini merupakan amanat undang-undang juga, tepatnya UU Nomor 23 tahun 2014 pasal 49, dimana pembentukan daerah berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional. Sehingga adanya DOB bagi kami tinggal menunggu tindakan nyata pemerintah pusat atas janji yang tertuang dalam undang-undang tersebut. “Jadi hal ini (tuntutan atas daerah otonomi baru) tidak berlebihan. prosesnya di daerah sudah saya lakukan dan sudah kami usulkan semua dan telah masuk ke dirjen penataan daerah atau ke Dirotda Kementerian Dalam Negri. Selain itu sudah  ada juga yang  kami ajukan ke komisi II DPR RI di Jakarta,”ujarnya.(hdr)   Biodata: Nama      : Norhayati Andris  Lahir       : Tanjung Selor, 27 September 1973 Suami      : Sunarto       Anak       : Richard nathaniel (18) dan Fiona Edeline (13 tahun).  Riwayat Politik: Kader PDI Perjuangan, sejak sebelum menjadi anggota parlemen. Anggota DPRD Kab. Tanah Tidung 2004-2009 dan 2009-2014 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara 2014-2019, Ketua Komisi I. Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Utara.  
TAGS :

Artikel Terkait