Gaya Hidup

Sebelum Menetap di Indonesia, Puluhan Remaja dari 11 Negara Ngumpul di Balai Sarwono

Oleh : adri - Selasa, 01/08/2017 10:32 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebanyak 35 remaja dari 11 negara yang tergabung di program pertukaran pelajar AFS berkumpul di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (31/7) untuk menjalani rangkaian agenda orientasi dan pembekalan adaptasi sebelum menetap selama setahun di Indonesia. Semua remaja yang mengikuti program AFS ini nantinya akan menetap di 20 chapter AFS di Indonesia yang terbagi dari beberapa kota dari Sabang sampai Merauke. "AFS ini pertukaran pelajar untuk usia kelas 2 SMA. Acara sekarang ini adalah tujuannya untuk welcoming mereka karena baru tiba di Indonesia. Nah anak-anak ini nanti bakalan tinggal di chapter tersebar di Indonesia. Ada 35 anak dari 11 negara seperti dari US, Jepang, Hungaria, Spanyo, Belanda, Perancis, dll," kata Anisa Gitra Pratiwi, Public Relations AFS Indonesia kepada Indonews. Anisa menambahkan, nantinya semua peserta akan menetap selama setahun disalurkan di kota-kota yang terdaftar sebagai chapter AFS untuk bersekolah dan tinggal dengan house family masing-masing. "Kita yang menyalurkan mereka secara random tapi kita lihat juga sesuai dengan latar belakang, selera dan karakter mereka," lanjut Anisa. Sementara itu, beberapa peserta juga mengaku sangat antuasias untuk menetap di Indonesia. Davide salah satunya, remaja asal Italia ini mengaku sudah mengenal Indonesia. "Saya sudah tahu sedikit tentang Indonesia. Ini adalah negara yang eksotis banyak tempat-tempat indah disini. Saya suka makanannya, dan kemanapun saya pergi selalu ada musik yang menarik. Saya nantinya akan tinggal di Palembang," ujar Davide. [caption id="attachment_7344" align="alignnone" width="300"] para remaja sedang berkumpul di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (31/7) . (Foto: Adri/Indonews.id)[/caption] Hal senada juga dilontarkan oleh remaja cantik asal Perancis bernama Caroline. Caroline yang nantinya akan menetap di Bandung juga sudah mulai beradaptasi salah satunya dengan mengkonsumsi masakan pedas. Caroline mengaku suka pedas memahami beberapa kebudayaan Sunda seperti tarian dan kesenian Sunda lainnya. "Saya dari Perancis, ini pertama kali saya datang mengunjungi Indonesia dan saya akan tinggal di Bandung. Saya senang dengan ramah tamah orang-orang Indonesia, saya juga suka makanan pedas dan saya suka pohon-pohon. Tapi disini (Jakarta) iklimnya sangat panas," kata Caroline. Bagi Caroline, sepertinya Bandung adalah pilihan yang tepat karena ada banyak pohon hutan pinus dan udaranya juga sejuk. So welcome to Indonesia guys. (adri)
TAGS :

Artikel Terkait