Gaya Hidup

Jakarta Custom Culture Gelar Ajang Modivikasi Spektakuler

Oleh : luska - Rabu, 13/09/2017 17:08 WIB

Jakarta Custom Culture konpres event custom mendatang.(Indonews.id/Luska)

Jakarta, INDONEWS.ID - Perkembangan dunia modivikasi kendaraan atau yang biasa disebut custom saat ini semakin pesat, seiring dengan semakin modernnya berbagai perlengkapan modiv di Indonesia.

Begitu banyaknya pelaku yang berkreasi dan bergerak di dunia custom ini turut menumbuhkan semangat positif industri kreatif Tanah Air.

Untuk yang kedua kalinya pelaku custom kendaraan yang tergabung dalam Jakarta Custom Culture (JCC) akan menyelenggarakan event custom pada 21-22 Oktober 2017 di JI Expo Kemayoran dengan tema Old School vs New School.

"Ini karena old school akar dari munculnya istilah custom itu sendiri dan new school adalah perkembangan dari budaya tersebut yang tidak berhenti berevolusi. Acara ini tidak hanya bicara mobil dan motor tapi juga ada sepeda, sampai pernak pernik seputar custom. Harapannya dapat menjadi tempat belajar bagi masyarakat dan tempat pamer kreatifitas builder Jakarta dan sekitarnya," ucap Didit Banditos, salah satu panitia JCC, kepada wartawan di Balai Sarwono, Rabu (13/9/2017).

Acara ini, diharapkan para modifikator dan builder kendaraan otomotif bisa terwadahi hasil karyanya dengan baik. Selain itu menunjukkan pada Pemerintah bahwa industri kreatif di bidang otomotif juga memiliki peran yang besar dalam perekonomian bangsa.

Beberapa kegiatan menarik lainnya adalah Old School VS New School Cars & Motorcycle, JCC Parade, JCC Awards, JCC Parade and Award, Indonesian Builder, Riding dan Rolling Thunder komunitas, lelang, Custom Car Choice Award, Art Custom demo serta beragam acara menarik lainnya. Tidak hanya itu beragam hasil kreatifitas pengrajin pabrikan rumahan seperti skateboard, sepatu dan baju akan hadir.

Panitia JCC memberikan kesempatan bagi penggemar custom yang ingin ikut memeriahkan JCC sebagai peserta cukup mendaftarkan diri ke panitia dengan biaya Rp 250 ribu, dan untuk membuka tempat memperkenalkan produk-produk modivnya dapat, panitia memberikan biaya Rp 1,5 juta per lapak. (Lka)

Artikel Terkait