Bisnis

Dirut Garuda: Target Tahun Ini BEP Dulu

Oleh : adri - Jum'at, 12/05/2017 10:07 WIB

Dirut PT Garuda yang baru Pahala N Masury
Jakarta, INDONEWS.ID – Mungkin ini merupakan takdir Tuhan, karena bagi Pahala Nugraha Mansury dirinya tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin di salah satu perusahaan airlines terbesar di Asia, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Menurut Pahala, operator penerbangan di tanah air mungkin hanya ada sekitar enam pemain. Namun kepercayaan yang diberikan dalam memimpin perusahaan plat merah ini menjadi tantangan bagi dirinya. "Bagi saya bisnis airlines ini cukup menantang , Apalagi Garuda yg menyandang sbg salah satu airlines terbaik dunia di bidang pelayanan dan didukung ribuan SDM masih defisit finansialnya sekitar USD 100 jutaan.” ujarnya dalam sebuah pertemuan dengan Pemimpin Redaksi INDONEWS Asri Hadi di Jakarta, Rabu (10/5/2017) kemarin. Yang jelas, kata Pahala, program tahun ini harus dapat BEP (Break Even Poin) dulu. “ Targetnya tahun ini break even poin dulu, Airlines industry ini buat saya sangat callenge (tantangan,red), makanya saya menerima ,” ujarnya. Selain target BEP, Pahala juga menjelaskan, dirinya akan mempersiapkan pengembangan anak-anak perusahaan Garuda agar dapat menjadi salah satu income bagi Garuda. Caranya dengan menggopublikkan PT Garuda Maintenace Facility (GMF), “Saya harus mempersiapkan mengembangkan anak-anak perusahaan agar bisa menjadi salah satu income bagi Garuda, salah satunya kami akan menggo publikkan PT Garuda Maintenance Facility atau GMF, karena kinerja keuangan perusahaan ini sangat baik dibanding anak usaha lainnya,” ujar alumni FE Universitas Indonesia ini. [gallery size="full" td_gallery_title_input="Dirut PT Garuda yang baru Pahala N Masury" ids="2693"] Pahala mengaku, sebelum terjun memimpin PT Garuda dirinya lama malang melintang di dunia keuangan. Kariernya dimulai sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Kemudian dia pernah bekerja di sebuah perusahaan sekuritas berbasis di New York secara paruh waktu pada 1998. Pada 1999, Pahala bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai Konsultan Senior selama satu tahun. Pada tahun yang sama, dia bergabung dengan The Boston Consulting Group dan dipromosikan menjadi Pemimpin Proyek dalam peran yang mencakup berbagai tugas proyek perbankan melalui 2003. Bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2003 dan menduduki berbagai posisi, termasuk sebagai Group Head Corporate Development, Change Management Office dan Riset Ekonomi dari tahun 2003 sampai 2006. Pada tahun 2006 ia ditunjuk sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer. Pahala memegang sebutan CFA dan saat ini Wakil Presiden CFA Indonesia. Pada Mei 2010, ia diangkat Managing Director Finance & Strategy. Mengemban tugas sebagai nahkoda perusahaan penerbangan terbesar di tanah air ini tentunya tidak ringan, namun Pahala tetaplah seorang muda yang energik. Pria berkacamata kelahiran 8 April 1971 ini berprinsip bahwa modal utama agar bisa meraih sukses dalam hidup adalah kerja keras. Fokus itu penting. Apalagi pada pekerjaan yang sedang diselesaikan. Kalau fokus bekerja dan punya tujuan yang pasti, sukses pasti akan datang. Namun menurut Pahala, masih ada faktor lain yang membuat orang sukses selain kerja keras. Faktor itu adalah keberuntungan, yaitu 90 persen. Pahala seakan ingin mengingatkan bahwa manusia hanya bisa berupaya, pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan. Meski demikian tanpa kerja keras, Dewi Fortuna tidak akan memayungi. Pahala sudah membuktikan kerja keras dan keberuntungan bisa mendatangkan kesuksesan. Dia telah melalui perjalanan yang begitu panjang hingga mencapai posisinya saat ini. (hdr)
TAGS :

Artikel Terkait