Budaya

Ketum PBNU: Pengusaha NU Bisa Diandalkan untuk Ciptakan Pemerataan

Oleh : adri - Kamis, 06/04/2017 23:12 WIB

Ketum PBNU KH Said Agil Siraj dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman, di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017). (Foto: Ist)
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah agar memberi dukungan kepada pengusaha lokal, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN). Dengan dukungan tersebut, maka UKM bisa berkembang lebih baik lagi, bahkan bisa menggerakan ekononi bangsa. Said mengatakan, jika mendapat dukungan pemerintah, maka para pengusaha Nahdliyin tersebut akan cepat berkembang. “Kalau didukung dan dipermudah (pemerintah), insyallah para pengusaha NU ini akan langsung tancap gas,” kata Said, dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman, di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017). Said mengatakan, Himpunan Pengusaha Nahdliyin adalah usaha yang dilakukan PBNU untuk mengkonsolidasikan warga NU yang menjadi pengusaha. Di dalam sejarahnya, kata Said, sebelum para kiai pesantren mendirikan NU, mereka mendirikan organisasi pedagang. “Tahun 1914 itu melihat sebelah sana sudah ada Syarikat Dagang Islam, maka Kiai Wahab membikin Nahdlatut Tujjar, kebangkitan para pedagang santri. Ketuanya Haji Hasan Gippo” urainya. Ia menilai, upaya yang dilakukan HPN sangat baik. Karena itu, Said berharap acara tersebut tidak sebatas wacana dan ide saja. “Mudah-mudahan upaya ini nyata. Bukan hanya seminar, tapi langsung action,” katanya. Said mengatakan, NU sejatinya tidak anti para kongomerat. Justru ia mengajak untuk bersyukur jika Indonesia memiliki banyak konglomerat. “Tetapi konglomerat juga harus berupaya membesarkan kelas menengah. Yang kelas menengah mengangkat kelas yang kecil,” ujarnya. Menurutnya, pengusaha yang tergabung dalam HPN sangat serius menggarap usaha di berbagai bidang. “Beberapa ada yang kelas menengah usaha tenaga surya, juga pengusaha batik dan properti. Kalau diberi kemudahan, insya Allah bisa langsung tancap gas, tidak kalah dengan pengusaha lain,” ujarnya. Karena itu, Said berharap agar pemerintah mengajak NU untuk bersama-sama membangun perekonomian umat demi terciptanya aspek keadilan. Said menambahkan, para pengusaha NU merupakan profesional yang tak kalah dengan para pengusaha nasional besar lainnya, sehingga dapat diandalkan untuk bisa ikut andil dalam berbagai program pembangunan pemerintah. "Ini pengusaha betulan ini. Ini beberapa pengusaha ini sudah kelas menengah yang lumayan,” katanya. Said mengatakan, hal tersebut dilakukan semata-mata sebagai bagian dari keinginan NU untuk bisa mendukung pemerintah, karena jumlah anggota NU terbilang besar di seluruh Indonesia, sehingga bisa diandalkan untuk menciptakan pemerataan. "Itu bukan berarti kita ingin monopoli. Tidak. Kita tidak ingin monopoli. Mari kita maju bersama. Bukan lagi zamannya monopoli. Harus betul-betul ada pemerataan," ujarnya. (Very)
TAGS :

Artikel Terkait