Profile

Mantan Kabiro Sekmil Kepresidenan RI Guncang Jawa Timur Dalam Pilgub 2018

Oleh : adri - Senin, 31/07/2017 09:37 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Mantan Kepala Biro Umum Sekretaris Militer Kepresidenan DR Syafiin atau yang sering disapa Gus Syaf, memilih terjun ke dalam kancah perebutan kursi Jawa Timur satu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 mendatang. Diusung oleh Partai Demokrat (PD) Syafiin bersama puluhan para pendukungnya, fungsionaris DPC Partai Demokrat dan legislator DPRD Jombang dengan menggunakan belasan kendaraan roda empat, mereka mengantarkan Gus Syaf menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim, di Surabaya, Sabtu (29/7/2017). Selain berpengalaman di kepemerintahan selama 17 tahun saat menjabat di Istana Negara mendampingi 5 presiden dari Presiden BJ Habibie hingga Era Joko Widodo, keberanian Gusy Syaf masuk ke dalam pemerintahan tidak lepas dari darah kakeknya yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pertama yaitu Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau yang dikenal dengan nama Gubernur Soerjo. Pria kelahiran kelahiran Desa Darurejo, Kecamatan Plandaan, Jombang ini merupakan cucu dari Kiai Muchtar Mu'thi, pendiri Thoriqoh Shiddiqiyah, Losari, Kecamatan Ploso, Jombang. Walaupun masih aktif di korps Bhayangkari, Namun Gus Syaf mengaku bersedia mundur dari jabatannya sebagai analis madya Bidang Hukum Mabes Polri. "Saya siap mundur dari polisi jika Partai Demokrat memilih saya sebagai cagub atau cawagub Jatim," imbuhnya. Syafiin yang memulai kariernya sebagai guru sebelum masuk polisi ini mengakui bahwa hanya Partai Demokrat yang memberikan kesempatan kepada putra putri daerah Jawa Timur untuk mendaftar sebagai Bacagub dan Bacawagub. Terkait soal posisinya apakah sebagai Cagub atau Cawagub Jawa Timur, Gus Syaf menyerahkannya kepada Partai Demokrat. "Saya mengikuti keputusan partai (PD). Ditaruh posisi mana saya siap. Itu wewenang partai yang memutuskan," akuinya, saat dikonfirmasi Indonews.id melalui pesan singkatnya, Minggu (30/7/2017). Dalam menjaring perolehan suara dalam pigub mendatamg, Syafiin mengaku telah bersosialisai kepada masyarakat Jawa Timur baik yang di perkotaan maupun daerah, yaitu dengan membangun komunikasi di sejumlah simpul masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk masyarakat yang ada di pulau Madura. Syafiin optimis akan menjadikan Privinsi Jawa Timur menjadi provinsi yang akuntabel, transparan dan modern, dan masuk era teknologi dan informasi ( IT). Untuk itu, lanjutnya, dirinya akan membangun Jawa Timur dari segala bidang yang ada, yaitu sisi ekenomi, sosial,budaya. Seperti pembangunan ekonomi kemasyarakatan, yaitu salah satunya terkait harga bahan pokok yang melambung dan tidak stabil. Dalam membenahi singkronisasi kepemerintahan Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 29 kabupaten, dan 9 kota dengan 664 kecamatan, 777 kelurahan dan 7.724 desa. yaitu menyamakan persepsi pemerintah mempertanggungjawabkan APBN dan APBD. Syafiin berpendapat, seoarang kepala daerah sat ini harus pandai pandai mengelola keuangan daerah, karena selama inikan banyak kepala daerah yang terjerat KPK, terjerat masalah pertanggungjawaban keuangan karena kurang memahami singkronisasi pertanggung jawaban keuangan daerah, ini salah satu contoh. Sistem kepala daerah berbeda beda, dalam kepemimpinannya kelak, Syafiin berencana akan mengoptimalkan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam Jawa Timur serta mengelola sektor maritim, dan sosial kependudukan. " saya, saya akan yakinkan kepada warga Jawa Timur bahwa saya punya optimisme membangun Jawa Timur ke arah profesionalisme, modern sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat," pungkasnya. (Lka)
TAGS :

Artikel Terkait