INDONEWS.ID

  • Selasa, 19/02/2019 22:40 WIB
  • LIPI Giatkan Kolaborasi untuk Naikkan Kinerja Riset

  • Oleh :
    • hendro
LIPI Giatkan Kolaborasi untuk Naikkan Kinerja Riset
Agus Haryono, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI

Jakarta, INDONEWS.ID -Meskipun ada kenaikan anggaran riset dari pemerintah, Indonesia tetap masih tertinggal jika dibandingkan dengan anggaran riset negara lain. Oleh karena itu, penggunaan sumber daya untuk riset harus dilakukan seoptimal mungkin.

Tidak boleh ada tumpeng tindih riset. Tidak boleh juga ada pemborosan anggaran, dengan belanja modal fasilitas riset yang serupa antar laboratorium. Demikian ujar Agus Haryono, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI pada diskusi panel Rapat Koordinasi Teknis Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Perhubungan di Jakarta (19/2/2019).

Baca juga : Tanggapan Triawan Munaf Terkait Rencana Bekraf Jadi Kementerian

Agus menjelaskan, masuknya era Industri 4.0 yang semakin sulit diprediksi. Teknologi baru di era ini akan membutuhkan kemampuan kolaborasi lintas ilmu. Oleh karena itu, kolaborasi riset baik global maupun lokal menjadi sangat penting.

Agus berjanji, untuk membuka seluas-luasnya fasilitas riset di LIPI untuk memperluas potensi kolaborasi riset. Jika ini berhasil, maka secara alami para peneliti dan pegiat iptek akan berkumpul di fasilitas risetnya. Kolaborasi riset diyakini akan membentuk semacam “hub of science, technology and innovation”.

Loading...
Baca juga : Ma`ruf Amin Canangkan Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan

Agus berharap, ide-ide kreatif dan unik bisa muncul dari berbagai diskusi multidisiplin antar para pegiat iptek ini. Lantas, usaha-usaha kreatif, start up dan ventura berbasis iptek akan menghasilkan ekonomi baru. Bahkan LIPI juga menyiapkan fasilitas bagi start up ini untuk memulai bisnisnya dari nol.

"Fasilitas lain yang dibuka untuk kolaborasi riset adalah high performance computer (HPC)," ujar Agus.

Baca juga : Menjawab Tantangan Pasar Global, Kementan Matangkan Grand Design Hortikultura 2020-2024

Lebih lanjut Agus menjelaskan, fasilitas HPC yang terbesar di Indonesia ini bisa digunakan untuk kolaborasi riset simulasi gelombang laut pada perhubungan laut.

Kolaborasi riset smart parking system yang cukup unik ini akan membuat era baru dalam sistem parkir kendaraan. Pengendara dapat memesan lokasi parkir secara online, serta dapat mencari secara akurat lokasi parkir kendaraan melalui GPS. Kolaborasi semacam ini secara alami, akan mendongkrak kinerja riset para peneliti.

Artikel Terkait
Tanggapan Triawan Munaf Terkait Rencana Bekraf Jadi Kementerian
Ma`ruf Amin Canangkan Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan
Menjawab Tantangan Pasar Global, Kementan Matangkan Grand Design Hortikultura 2020-2024
Artikel Terkini
Tanggapan Triawan Munaf Terkait Rencana Bekraf Jadi Kementerian
Ma`ruf Amin Canangkan Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Indonesia di Gedung Senat Amerika Serikat
Bonus Demografi Momentum Lahirkan SDM Industri Berbasis Inovasi
Menjawab Tantangan Pasar Global, Kementan Matangkan Grand Design Hortikultura 2020-2024
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf