INDONEWS.ID

  • Minggu, 19/05/2019 06:33 WIB
  • Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Perancis Mendarat Darurat Di Aceh

  • Oleh :
    • Ronald T
Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Perancis Mendarat Darurat Di Aceh
Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief mengatakan bahwa pihaknya segera merespon kedatangan 7 pesawat tempur milik negara Perancis ini dengan sigap.

Aceh Besar, INDONEWS.ID - Akibat lokasi base pesawat yang sedang dalam cuaca buruk, akhirnya 7 pesawat tempur Angkatan Laut Perancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, pada Sabtu (18/5/2019).

Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief mengatakan bahwa pihaknya segera merespon kedatangan 7 pesawat tempur ini dengan sigap.

"Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan divert ke Bandara atau Pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh Besar," kata Hendro Arief.

Pendaratan pesawat tempur berjenis Rafale yang dilakukan pada pukul 11.45 WIB, dimana saat itu, kondisi cuaca di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100Nm barat Sumatera sedang diselimuti cuaca buruk.

Sementara itu, disampaikan Kolonel Hendro, sesuai dengan prosedur pengamanan, mengatakan pihaknya pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap crew Rafale.

Dari pemeriksaan yang dilakukan jajarannya,  Hendro mengungkapkan bahwa pesawat sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule) – area – ship. 

"Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew tidak membawa senjata perorangan, hanya di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kedali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien)," jelasnya.

Tidak hanya itu, TNI AU juga melakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait.

"Selama pemantauan, kegiatan pengamanan berlangsung aman dan lancar karena crew kooperatif selama pemeriksaan," tandasnya. (rnl)

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Perdana Menteri Papua Nugini Berkomitmen Tingkatkan Kerjasama dengan Indonesia
Lakukan Ilegal Fishing, KKP Tangkap KIA Malaysia di Selat Malaka
Indonesia Jalin Kembali Kerjasama di Bidang Kekayaan Intelektual dengan Tiongkok
Sayuran Rejang Lebong Dilabel Sertifikat Prima 3
Indonesia Tegaskan Komitmennya Lanjutkan Moratorium Hutan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf