INDONEWS.ID

  • Rabu, 28/08/2019 15:06 WIB
  • Terima Ormas Pemuda Pancasila, Presiden Jokowi Bahas Intoleransi

  • Oleh :
    • very
Terima Ormas Pemuda Pancasila, Presiden Jokowi Bahas Intoleransi
Presiden Jokowi saat menerima Ormas Pemuda Pancasila di Istana, Jakarta, Rabu (28/8). (Foto:Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo membahas penyelesaian masalah intoleransi dengan Pengurus Pemuda Pancasila. Pembahasan itu dilakukan ketika Presiden Jokowi menerima sejumlah pengurus ormas Pemuda Pancasila saat menyampaikan undangan menghadiri Musyawarah Besar Ke-10 Pemuda Pancasila di Provinsi Sumatera Utara.

"Tadi ada juga soal kebangsaaan yang disampaikan bapak Presiden, soal radikalisme intoleransi harus diatasi, supaya tidak terjadi disintegrasi bangsa, ini tidak boleh terjadi," kata Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjsoemarno di halaman Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/8).

Japto mengatakan, seluruh organisasi yang ada di Indonesia juga wajib berupaya agar negara ini tidak terpecah belah.

Terkait dengan masalah rasisme seperti yang terjadi atas masyarakat Papua beberapa waktu lalu Japto mengatakan bahwa mereka adalah juga Warga Negara Indonesia.

"Karena seperti ada orang yang buat masyarakat Papua itu dianggap masyarakat nomor dua, itu nggak boleh. Itu kan masyarakat kita, itu saudara-saudara kita," ujar Japto.

Japto menjelaskan persatuan bangsa adalah hal pertama yang harus diutamakan. Karena itu, katanya, pengurus organisasinya terdiri dari sejumlah anak bangsa dari berbagai daerah. (Very)
 

Baca juga : JK Negarawan Luwes dan Selalu Menjaga Tali Silaturahim

 

Baca juga : Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Artikel Terkait
JK Negarawan Luwes dan Selalu Menjaga Tali Silaturahim
Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Jubir Presiden Pastikan Jokowi Hadiri Penutupan Kongres Partai Nasdem
Artikel Terkini
Mendagri Terima Gelar Tuha Garu Sifaoma Bawa dari Tokoh Adat Nias
Bencana Urusan Bersama
Aturan Menteri Agama Terkait Majelis Taklim Kontraproduktif Bagi Upaya Deradikalisasi
Presiden Jokowi Inginkan 50 Juta Pelajar Jadi Target Kesadaran Antikorupsi
Daftar 5 Direksi Garuda yang Dipecat dan Penggantinya, Ada yang Rangkap Jabatan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn